Skip to content

DICTIONARY

Mulai hari ini, 6 November 2008, halaman ini akan diisi dengan istilah-istilah dalam psikologi. Dimulai dengan istilah-istilah psikologi sosial yang akan dituliskan oleh adik-adik dari kelas Psikologi Sosial I.  

Okay, adik-adikku, silakan tuliskan istilah dan contohnya ya..😉

Tengkyu

30 Comments leave one →
  1. December 8, 2007 4:46 am

    heloo girl .. visit may site http://www.kembara.org

  2. Nina Febriani Panuju permalink
    April 14, 2008 6:27 am

    Cici Ester (he…he…), lagi cari teori tentang single parent nih buat bahan kuali. Mungkin nanti bisa jadi artikel yang HOt sekalian copy paste deh…
    ha…ha…😛

  3. esterlianawati permalink*
    April 14, 2008 6:56 am

    Eh Dede Nina, awas ya kl tgs kuali nya engga HOT😛

  4. Diana Listianingsih permalink
    May 24, 2008 11:39 am

    Bu, aku mau nanya apa punya teori tentang anak ADHD dan kalo ada boleh pinjam untuk tugas observasi?Thx…

  5. esterlianawati permalink*
    May 26, 2008 5:53 am

    Td dah km ambil kan non😛

  6. intan permalink
    September 9, 2008 11:29 am

    bu yg mn yg ttg ini ya bu”Grow old with me! The best is yet to be.

    (Robert Browning)”?tq

  7. Megasary dan Laura permalink
    November 6, 2008 2:00 am

    Illusion of control adalah suatu ilusi dimana seseorang mempersepsikan dirinya dapat mengontrol atau memegang kendali atas suatu keadaan yang tidak sebenarnya tidak atau kurang dapat dikontrol.

    Contohnya, seseorang yang memutuskan akan pergi berlibur dengan menggunakan pesawat terbang dan bukan kapal laut. Ia berasumsi akan lebih terjamin keselamatannya jika naik pesawat terbang, dan bukan kapal laut. Padahal risiko kecelakaan jika naik pesawat terbang juga tetap ada.

    Contoh lain, sekarang ini banyak yang menggunakan polling lewat sms untuk menentukan pemenangnya. Misalnya saja Indonesian Idol. Masyarakat mengira sms yang mereka kirimkan akan menentukan pemenang Indonesian Idol. Padahal tidak sampai sedemikian.

  8. Nadia Ursula permalink
    November 6, 2008 2:06 am

    Spontaneous trait inference adalah pengambilan kesimpulan secara spontan terhadap karakter orang lain.

    Contoh, Lily dijuluki Mizz Shopping karena kampusnya dekat dengan sebuah mal. Padahal Lily jarang berbelanja di mal itu. Ia hanya sering mampir saja ke sana sehabis kuliah atau saat menunggu perkuliahan berikutnya.

  9. Charisma Cornelia Regina permalink
    November 6, 2008 2:16 am

    Illusory correlation adalah persepsi akan adanya hubungan yang lebih kuat antara dua hal daripada yang sebenarnya terjadi.

    Contoh, ada dua kelompok suku, sebut saja Jawa dan Batak. Kelompok Batak berjumlah 1000 orang dan kelompok Jawa 100 orang. Suatu ketika terjadi pertikaian. Seratus orang dari kelompok Batak dan 10 orang dari kelompok Jawa terlibat pertikaian itu. Umumnya orang jadi menyimpulkan bahwa kelompok Batak lebih agresif. Padahal jika mau dihitung-hitung persentase yang terlibat pertikaian antara kelompok Jawa dan Batak itu sama-sama 10 persen saja.

  10. Sri Florina L. Z. permalink
    November 14, 2008 6:42 am

    Priming (pemaparan awal) merupakan proses bertambahnya ketersediaan informasi dalam memori atau kesadaran, yang berasal dari hadirnya suatu stimuli atau peristiwa tertentu.

    Contohnya, ketika sedang duduk di dalam bioskop menunggu film dimulai, kita mungkin sedang memikirkan suatu hal yang penting. Tiba-tiba kita melihat adanya pesan di layar bioskop yang mendorong kita untuk makan popcorn. Beberapa saat kemudian, kita melihat seseorang di sebelah tempat duduk kita baru kembali dari luar bioskop dengan popcorn di tangannya. Akibatnya kita mendapat ide dan terdorong untuk membeli juga. Tanpa disadari, popcorn yang muncul di layar bioskop dan popcorn yang dibawa oleh pengunjung lain menjadi penggerak yang mengaktifkan ketersediaan dalam memori kita mengenai popcorn.

  11. Sri Florina L. Z. permalink
    November 14, 2008 6:59 am

    Pada dasarnya self-esteem adalah sikap mengevaluasi diri secara keseluruhan; seberapa positif atau negatif individu menilai dirinya berguna. Sedangkan self-esteem motivation mengacu kepada sejauh mana seseorang termotivasi untuk meningkatkan self-esteem.

    Contoh: Seorang mahasiswa baru yang berasal dari daerah biasanya membutuhkan adaptasi yang cukup lama bila dibandingkan dengan teman-temannya yang tinggal di kota. Gaya bahasa, cara berpakaian, dan kebiasaan lainnya yang berbeda menjadikan dirinya terkucilkan, sehingga dapat membentuk self-esteem yang rendah. Namun karena penolakan inilah, ia bisa jadi semakin termotivasi untuk melakukan usaha untuk perbaikan diri. Seperti: mengikuti gaya bahasa, cara berpakaian, bahkan berusaha menampilkan kemampuan akademis yang lebih baik. Ini semua dilakukannya agar mendapat pengakuan dan penerimaan diri dalam status sosialnya yang secara otomatis juga dapat meningkatkan self-esteem nya.

  12. rere permalink
    November 16, 2008 11:44 pm

    Self serving attribution bias adalah kecenderungan seseorang untuk mengatribusikan kesuksesan (hal-hal positif) pada faktor internal (sifat karakteristik dirinya), namun mengatribusikan kegagalan (hal-hal negatif) pada faktor eksternal (dari luar dirinya; dapat berupa peluang, tingkat kesulitan, orang lain,dll)

    Contohnya: Seorang wartawan bernama Shinta setiap hari mencari berita yang menarik dan berbobot. Setiap hari pula ia mendapati berita yang di tulisnya menempati headline koran tempatnya bekerja. Maka, Shinta menganggap kesuksesannya tersebut memang berasal dari kemampuan dan kerja kerasnya.
    Suatu ketika, selama satu minggu berturut-turut ia tidak mendapat berita yang menarik. Menurutnya, kegagalannya tersebut disebabkan oleh faktor-faktor di luar dirinya. Ia mengeluhkan kemacetan jalanan selama satu minggu, masalah keluarga yang membebaninya, bos yang tidak suka padanya dan lain sebagainya.

  13. Yunike Aryanti Christy Rompas permalink
    November 20, 2008 3:39 am

    REGRESSION TOWARD THE AVERAGE

    Regression toward the average adalah kecenderungan perilaku atau sesuatu hal yang semula berada di atas rata-rata atau berlebihan, lambat laun akan menurun mendekati nilai rata-rata, seiring dengan berjalannya waktu.
    Hal diatas dapat disamakan dengan perumpamaan hangat-hangat tahi ayam. Pada awalnya, segala sesuatu terlihat begitu sempurna. Namun hal tersebut akan cenderung turun.

    Contoh :
     Grup musik asal Inggris, Spice Girls. Pada awal kemunculannya, Spice Girls mendapat sambutan yang sangat meriah. Lagu-lagu mereka masuk dalam jajaran musik dunia. Kaset mereka menembus angka penjualan platinum. Lambat laun, kepopuleran mereka terus menurun sampai akhirnya vakum.
     Pada bulan pertama pacaran, pasangan kekasih akan tampak terlihat berjalan berduaan kemana pun mereka pergi. Setelah setahun berpacaran, mereka mulai jarang terlihat berjalan berpasangan.
     Pada masa-masa awal pernikahan, segala hal tampak begitu indah. Setelah melewati beberapa tahun, “rasa” yang ada dalam awal pernikahan akan semakin berkurang dan akhirnya menjadi hambar.
     Toko Roti Breadtalk. Awalnya banyak orang yang rela mengantri berjam-jam, hanya untuk dapat membeli roti abon Breadtalk. Lambat laun, tampak semakin sedikit antrian yang ada did epan toko roti Breadtalk.
     Pekerjaan. Orang yang baru pertama kali bekerja akan nampak rajin dimata rekan sekerjanya. Datang paling awal, pulang paling akhir. Setahun bekerja, antusiasme dirinya akan menurun. Datang mulai terlambat, jarang lembur, dll.

  14. nirwana theresia fransiska permalink
    November 21, 2008 6:04 am

    Belief Perseverance
    Yaitu menetapnya konsepsi atau pandangan seseorang, sekalipun dasar dari keyakinan itu ditentang.

    Contoh :
    Kita mempersepsikan bahwa orang yang berasal dari propinsi Padang adalah orang yang sudah pasti pandai berdagang, tetapi ternyata kita mempunyai teman yang berasal dari Padang dani ia tidak pandai berdagang, tetapi walaupun begitu saya masih tetap mempersepsikan bahwa orang Padang itu pandai berdagang.

    Alasan :
    Menetapnya persepsi saya itu, karena pada awalnya saya sudah mempersepsikan bahwa orang Padang pasti pandai berdagang, kemudian persepsi itu susah untuk saya lepas atau saya tinggalkan walaupun saya tahu tidak semua orang Padang pasti pandai berdagang.

  15. nirwana theresia fransiska permalink
    November 21, 2008 6:06 am

    Refleksi Pribadi tentang Fundamental Atribution Bias

    Fundamental Atribution Bias adalah kecenderungan manusia untuk menyimpulkan penyebab perilaku buruk seseorang adalah faktor disposisi sehingga mengabaikan faktor eksternal yang juga dapat berperan dalam terjadinya perilaku tersebut.

    Jika kita ingin terhindar dari Fundamental Atribution Bias, kita harus mempunyai empati terhadap masalah seseorang walaupun ia menampilkan perilaku buruk. Menurut saya, kita bisa terhindar dari FAE jika kita lebih peka terhadap perasaan atau masalah seseorang. Jika seseorang melakukan perbuatan yang buruk , kita cenderung menilai ia adalah orang yang jahat, tanpa memikirkan apa yang telah terjadi dalam kehidupan internalnya. Padahal sebenarnya, ia telah mengalami masalah yang sangat pelik yang menyebabkannya melakukan hal buruk tersebut. Tetapi kita cenderung tidak mau tahu dengan masalah yang telah dihadapinya. Oleh karena itu, jika kita lebih peka dan lebih merasa empati dengan masalah yang dihadapi seseorang sekalipun ia telah berbuat jahat, maka kita akan lebih melihat faktor eksternalnya, dan dengan begitu kita akan terjauh dan terhindar dari Fundamental Atribution Bias.

  16. Yunita Kemalasari permalink
    November 24, 2008 6:44 am

    Overconfidence Phenomenon adalah kecenderungan seseorang untuk percaya diri berlebihan tanpa mempertimbangkan kebenaran pernyataannya; terlalu melebih-lebihkan kebenaran dari apa yang diyakininya (lebih tinggi tingkat percaya dirinya atas apa yang ia yakini dibandingkan kebenaran dari apa yang diyakininya tersebut).

    Contoh: Eka, Dwi dan Tri tergabung dalam satu kelompok dalam mengerjakan tugas Psikologi Sosial. Eka adalah mahasiswi terpintar di kelas, sehingga ia menjadi yang paling dominan dalam kelompok tersebut. Semua jawaban berasal dari Eka, dan setiap pendapat (terutama yang bertentangan dengan pendapatnya sendiri) selalu dikritik dan dianggap salah oleh Eka. Pada saat nilai tugas dibagikan, ternyata kelompok Eka mendapat nilai paling kecil karena banyak jawaban yang salah, dan justru jawaban Tri dan Dwi (yang ditolak Eka) benar.

    Orang yang mengalami overconfidence phenomenon ini cenderung untuk menyebut/ mengingat kesalahan mereka sebagai kejadian ketika mereka hampir benar.

    Contoh: Dalam lomba memasak, ibu Mur memenangkan juara 3. Kemudian dia berkata kepada ibu-ibu teman arisan, “Sebetulnya saya bisa mendapat juara pertama kemarin, sayangnya saya lupa membawa bumbu rahasia warisan nenek saya..”

  17. Yunita Kemalasari permalink
    November 24, 2008 6:48 am

    Locus of Control
    adalah cara seseorang untuk menganggap suatu kejadian disebabkan oleh hal internal (kemampuan atau aksi diri) atau disebabkan oleh hal eksternal (kebetulan atau hal-hal lain yang ada di lingkungan)

    Ada 2 macam locus of control, yaitu:
    – Internal locus of control : keberuntungan/ kesengsaraan yang terjadi dapat kita control. Sumbernya dari diri kita sendiri.
    – External locus of control : keberuntungan/ kesengsaraan kita terjadi karena kebetulan, atau ada factor dari luar yang menyebabkannya.

    Contoh: Saya dipilih sebagai Ketua Karang Taruna oleh Pak RW.
    Internal LOC  saya dipilih karena saya memang kompeten. Selama ini saya aktif dalam karang taruna dan saya punya karakter pemimpin.
    Eksternal LOC  saya terpilih karena Pak RW tidak tahu mau memilih siapa lagi dan cuma saya yang beliau kenal dalam karang taruna. Lagipula ayah saya adalah teman Pak RW.

  18. Yunita Kemalasari permalink
    November 25, 2008 8:05 am

    BiRG-ing (Bask in Reflected Glory)
    BiRG-ing adalah kecenderungan untuk menghubungkan diri dengan kesuksesan/ kelebihan orang lain.
    Manusia akan merasa ikut tenggelam dalam kebahagiaan orang lain, sehingga seolah-olah kebahagiaan tersebut merupakan kebahagiaannya sendiri. Kita juga akan merasa sangat bangga jika memiliki teman/ kenalan yang memiliki kelebihan, misalnya terkenal. Dengan keadaan yang demikian, maka kita akan menceritakan hubungan kita dengan orang yang sukses tersebut sehingga orang lain akan mengetahui betapa beruntungnya kita yang memiliki teman orang yang terkenal.
    Contoh:
    – Vemma adalah tetangga Lusi. Bulan lalu Vemma mengikuti audisi Indonesian Idol dan ia terpilih sebagai salah satu finalis dalam ajang tersebut. Dengan bangga Lusi bercerita pada teman-teman di kampusnya bahwa Vemma ‘salah satu finalis Indonesian Idol’ adalah teman masa kecilnya. Mereka pernah berduet saat mengikuti lomba menyanyi di SDN 01. Vemma dan Lusi sangat akrab dan tidak pernah terpisahkan sampai sekarang. Akhirnya teman kampus Lusi mengakui betapa beruntungnya Lusi yang bisa akrab dengan seorang ‘Calon Artis’.

    BiRG-ing juga dapat diartikan sebagai kecenderungan seseorang untuk mengingat peristiwa yang berhubungan dengan orang tertentu (orang terkenal). Sehingga peristiwa tersebut akan terasa lebih menyenangkan dibandingkan peristiwa yang sama namun berhubungan dengan orang berbeda (orang biasa).
    Contoh:
    – Regita adalah seorang SPG Kosmetik. Suatu hari ia bertemu dengan Ibu Ani Yudhoyono (istri Presiden SBY) yang sedang berbelanja di supermarket. Kemudian Regita menawarkan kosmetik kepada ibu Ani. Ternyata ibu Ani tertarik dengan kosmetik yang ditawarkan dan beliau membelinya. Regita merasa sangat bangga. Perasaan itu melebihi rasa bangga saat berhasil menjual 10 kosmetik yang sama pada orang lain.

  19. Yunita Kemalasari permalink
    November 25, 2008 8:08 am

    Cut-off Reflected Failure
    Jika BiRG-ing adalah kecenderungan manusia untuk menghubungkan diri dengan kesuksesan orang lain, maka Cut-off Reflected Failure adalah kecenderungan seseorang untuk memutuskan hubungan dengan orang yang mengalami kegagalan. Ketika seseorang yang kita kenal mengalami kegagalan atau hal negatif lainnya, maka kita akan bersikap seolah-olah tidak mengenalnya.
    Contoh:
    – Ajie adalah mantan kekasih Lea. Suatu kali terdengar kabar bahwa Ajie ditangkap polisi karena kedapatan sedang bermain judi togel bersama 3 orang pria lainnya. Setelah mendengar berita tersebut banyak orang yang menanyakan apakah Ajie yang dimaksud adalah mantan pacar Lea? Namun Lea menyangkalnya dengan mengatakan dia tidak pernah berpacaran dengan Ajie. Mereka memang pernah dekat, namun tidak pernah berpacaran karena Lea telah menyadari keburukan Ajie sejak pertama kali berkenalan dengannya.

  20. banu permalink
    December 10, 2008 8:49 am

    The Chamelon Effect:
    Mengacu pada kecenderungan orang untuk meniru gerakan atau perilaku orang lain yang berada di dekatnya baik secara sadar atau tidak sadar.

    Misalnya:
    – Ketika macet di jalan raya, saya membunyikan klakson. Ternyata langsung banyak sekali bunyi klakson di sekeliling saya.

    – Ketika macet dijalan raya semua kendaraan diam ditempat dengan mesin menyala. Kemudian saya mencoba naik trotoar, dengan seketika banyak sepeda motor juga ikut dibelakang saya.

  21. Hendi permalink
    January 17, 2010 6:04 pm

    Marveolus bu dosen untuk websitenya..bisa bnyk nambah2 pengetahuan dr penjelasannya. Saya mau tanya satu pertanyaan bu, kenapa dlm diri manusia, sering tidak bisa jujur terhadap perasaannya sendiri?thx bu.Tuhan memberkati.

    • esterlianawati permalink*
      January 24, 2010 4:14 pm

      Tengkyu jg, Hendi.
      Wah pertanyaanmu hrs ditnykan kpd org yg bersangkutan sptnya hehe, krn jwbannya personal skl, tergantung org itu sndr.
      Tp mgkn sj scr umum krn org itu menganggap bhw lbh baik tdk berkata jujur, entah utk dirinya sndr, ataupun org laen.

  22. Diana Listianingsih permalink
    April 16, 2010 2:06 pm

    Bu,kalau interaksi sosial pakai teori sapa Bu???thx…

    • Ester Lianawati permalink*
      April 20, 2010 1:58 pm

      Hai Diana, interaksi sos itu luas skl. Bs lbh spesifik lg yg km mksd itu apanya?

  23. aVHiedHiNa permalink
    June 7, 2010 5:16 pm

    buu, d tambah dong istilah …
    jd da istilah dr psikologi sosial, psikologi perempuan n gender, sma psikologi hukum dech ….

    • Ester Lianawati permalink*
      June 12, 2010 3:39 pm

      Iya nih Vhie, belum sempet. Ayo atuh km yg tambahin ya..:)

      • aVHiedHiNa permalink
        June 13, 2010 2:10 pm

        heheheh

        atur buu …

        aku pikir2 dulu mw tambahin yg mana ..
        trlalu bnyak istilah yg menarik utk d tampilkan ..
        heheh

  24. aVHiedHiNa permalink
    June 15, 2010 10:06 am

    iyy buu …
    d tunggu ajj ya ..
    takut salah ntr saya ksh contoh istilahnya ..
    heheheh

    • Ester Lianawati permalink*
      June 22, 2010 2:24 pm

      Oke, aVHiedHiNa🙂

    • Ester Lianawati permalink*
      June 22, 2010 2:50 pm

      Ok, aVHiedHiNa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: