Skip to content

Date of Death : Dua puluh lima februari

February 23, 2012

Kekasihmu, ia berhias di cermin senja itu

Mematut dirinya bergaun hijau merah ungu

Kau di sana

Ia cantik; dengan anting-anting itu

Ia menatapmu, kau tersipu

Ia kecup pipimu

Ia duduk, anggun, manis, menggoda

Raih jemarimu, kau meremas jemarinya, indah , ia tergugah

Bawa jemarimu menyentuh lembut kulitnya

 

Kalian bercinta

Dengan sekumpulan cerita yang ia punya

Tertumpah dari bibis tipisnya

Dengan taburan tawa ulahmu

Dengan kemanjaannya dalam tenangmu

Hingga mereka datang, rahasia itu

Menghantamnya, pecahkan cerminnya

Kerdil di antara manekin-manekin

Cinta bukanlah kesetiaan

Ia terpuruk

Cinta membangkitkan, itu katamu

Ia berharap, merajut yang terkoyak

Sendirian, ia lelah

Lubang-lubang kain itu

Ia membeku, kau diam

Ia pergi, kau merintih

Ia mati,

kau pun akan mati,

kalian mati

pada dua puluh lima februari

 

3 Comments leave one →
  1. Ester Lianawati permalink*
    February 25, 2012 10:41 pm

    Thx Yisha🙂

  2. elang botak permalink
    May 3, 2013 9:19 am

    cinta
    cintaku terbang, berlayar, menguap bersama angin
    tiada asa untuk terus berkelahi
    tak berani lagi untuk sekedar mengerti
    hanya belajar menghidupi
    menikmati dan mensyukuri
    semoga lelah tiada pernah kembali
    senyuman bocah-bocah yang menanti
    keberanian tuk meniti
    agar mengerti cinta itu tak pernah mati

    • Ester Lianawati permalink*
      June 15, 2013 5:02 am

      wow.. msh tetap “elang botak” yg sama🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: