Skip to content

Robert Zajonc dan Israel Waynbaum, Kerendahan hati untuk yang Terlupakan

January 6, 2012

A Feel-Good Theory: A Smile Affects Mood, demikian judul tulisan Daniel Goleman di kolom Science dalam harian New York Times, 18 Juli 1989. “PUTTING on a sad face or a smile directly produces the feelings that the expressions represent, according to a new theory of how emotions are produced, “menjadi kalimat pertama dalam tulisannya ini. Teori baru yang ia maksud di sini adalah hasil penelitian yang dilakukan Robert Zajonc dkk serta Paul Ekman, dkk secara terpisah, yang pada saat itu baru saja mempublikasikan penelitian mereka dalam jurnal ilmiah.

Hasil penelitian Zajonc dan Ekman ini merupakan salah satu temuan penting dalam perkembangan psikologi khususnya mengenai teori facial feedback hypotheses. Penelitian ini juga dianggap memiliki implikasi terapeutik dengan maraknya terapi senyum sejak Zajonc mempublikasikan temuannya. Namun demikian, sebenarnya hasil temuan ini tidak dapat dikatakan sebagai teori baru. Goleman sendiri menuliskan dalam artikelnya bahwa ide original penelitian ini sudah datang lebih dari seabad lalu dari Charles Darwin.

Darwin dengan karyanya The Expression of the Emotions in Man and Animal (1872) memang sering disebut-sebut sebagai pihak yang paling berkontribusi dalam perkembangan facial feedback hypotheses. Facial feedback hypothesis meyakini bahwa otot-otot wajah dapat memberikan umpan balik (feedback) berupa munculnya emosi sesuai bentukan otot wajah kita.Dalam bukunya itu Darwin memang mempertanyakan mengapa otot-otot yang berbeda dapat tegang ataupun mengendur pada saat seseorang menampilkan emosi yang berbeda; pertanyaan yang menginspirasi banyak ilmuwan melakukan penelitian seputar emosi. Namun perlu diketahui bahwa Darwin sendiri tidak pernah menjawab pertanyaannya, tidak pula dalam buku tersebut.

 

Tanpa bermaksud mengabaikan peran Darwin, perlu diangkat peran seorang dokter Perancis, Israel Waynbaum, yang terlupakan. Pada tahun 1906, Waynbaum menerbitkan bukunya berjudul Physionomie Humaine: Son Mécanisme et son Rôle Social. Dalam bukunya inilah ia menjawab pertanyaan Darwin sekaligus meletakkan dasar bagi penelitian Zajonc dengan menyatakan bahwa pengalaman emosi atau perasaan sifatnya adalah mengikuti ekspresi wajah, bukan mendahuluinya. Hal ini dikarenakan otot-otot wajah mengatur aliran darah pada wajah, yang kemudian dapat memengaruhi apa yang dirasakan seseorang. Zajonc sendiri mengakui peran signifikan Waynbaum, ia bahkan menyesalkan mengapa Waynbaum terlupakan dan tidak pernah dikutip dalam tinjauan teoretis penelitian-penelitian mengenai emosi.

 

Dalam tulisannya, Emotion and Facial Efference :A Theory Reclaimed (1985), Zajonc mencoba memperkenalkan teori Waynbaum yang ia anggap radikal dan menantang semua teori tentang emosi yang pernah ada sebelumnya termasuk teori Darwin. Zajonc memperlihatkan kepada kita bahwa Waynbaum adalah yang pertama kalinya menjelaskan untuk pertama kalinya fungsi ekspresi emosi dalam proses emosional. Ia memaparkan terlebih dahulu teori Darwin sebelum mengangkat karya Waynbaum agar pembaca dapat lebih memahami berharganya temuan Waynbaum.

 

Meski hingga saat ini masih belum banyak orang mengenal kontribusi Waynbaum dalam perkembangan teori emosi, saya sangat menghargai upaya Zajonc. Dengan mencoba menghidupkan kembali teori Waynbaum, Zajonc tidak hanya menyajikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai teori emosi dan ekspresi, tetapi sekaligus memberikan penghargaan yang layak diterima Waynbaum setelah lebih dari seabad ia terlupakan. Saya kira Zajonc telah mengajarkan kerendahan hati untuk mengakui karya besar tokoh lain : tokoh yang seandainya tidak pernah ia bicarakan pun mungkin tidak akan pernah terangkat ke permukaan ; kerendahan hati yang kini semakin langka untuk kita temui termasuk di kalangan peneliti yang kadang kala tanpa sadar lebih besar keinginannya untuk memenuhi ambisi diri dibandingkan berkontribusi terhadap perkembangan ilmu.

4 Comments leave one →
  1. January 8, 2012 3:52 am

    Artinya, semua dimulai dengan senyum🙂 – di dalam hati.

    • Ester Lianawati permalink*
      January 12, 2012 1:16 pm

      bisa aja neh cahya🙂

  2. tipah permalink
    January 25, 2012 6:58 am

    mba ester, saya kirim email ke mba.. saya butuh sharing2 nih mba.. boleh ga?🙂

    • Ester Lianawati permalink*
      February 23, 2012 12:27 am

      Hai Tipah, tentu boleh,
      tp sy blm trm emailmu lho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: