Skip to content

Menyambut Tahun Baru dengan Tersenyum

December 31, 2011

Biasanya menjelang tahun baru, hampir selalu ada momen untuk kita mengenang satu tahun yang hampir berlalu. Selalu ada sekian detik atau menit untuk kita menangis teringat pada pengalaman menyakitkan, luka-luka, kekecewaan, ataupun kegagalan. Ada pula saat kita tergelak memutar kembali dalam benak kita peristiwa-persitiwa menyenangkan, kebersamaan yang indah, ataupun kesuksesan yang diraih. Berbahagialah jika dalam nostalgia itu, kita dapat merasakan keduanya, kegembiraan maupun kesedihan. Itu berarti kita benar-benar menjalani yang namanya kehidupan, dan satu tahun yang telah berlalu itu sungguh akan berperan dalam proses pendewasaan diri.

Namun demikian, jangan khawatir jika mungkin hidup Anda setahun lalu hanya penuh dengan kenangan pahit dan getir. Mungkin Anda benar, tidak ada momen yang dapat membuat Anda tertawa, bahkan sepanjang tahun yang hampir berakhir ini adalah tahun tersulit dalam hidup Anda. Menangislah sepuasnya menutup akhir tahun, jika sedemikian pedih perasaan Anda. Menangislah hingga tertumpah seluruh air mata. Menangislah hingga tak lagi terdengar isak-isak kecil Anda. Menangislah hingga Anda begitu letih rasanya namun sekaligus lega. Teruslah menangis bahkan meratap hingga Anda tak lagi mampu melakukannya. Karena begitu Anda sampai pada tahap selesai dengan tangisan Anda, Anda akan siap melakukan hal lain : tersenyum untuk mengawali tahun yang baru.

Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana dapat tersenyum dalam kondisi seperti itu? Tak perlu ragu, menangis yang menghabiskan energi seperti itu justru akan mengantarkan kita pada kondisi siap menyerap energi baru;  kita berada pada kondisi ‘nol’ untuk siap memulai angka ‘satu’. Kini, gerakkan saja bibir Anda membentuk sebuah senyuman. Percayalah, kita tidak tersenyum karena kita senang; sebaliknya tersenyum dapat membuat kita merasakan emosi-emosi menyenangkan. Sejak tahun 1906, resep ini sudah ditemukan Israel Waynbaum, dokter Perancis yang menjelaskan bahwa pengalaman emosi atau perasaan mengikuti ekspresi wajah, bukan mendahuluinya. Hal ini dikarenakan otot-otot wajah mengatur aliran darah pada wajah, yang kemudian dapat memengaruhi apa yang dirasakan seseorang. Senyum adalah aktivitas otot wajah yang banyak diteliti termasuk oleh para psikolog untuk membuktikan –dan sejauh ini terbukti benar- teori Waynbaum ini.

Jadi meskipun Anda kecewa dengan apa yang telah terjadi dalam hidup Anda pada tahun yang baru saja berlalu, tak perlu berkecil hati akan tahun yang akan datang. Meskipun Anda belum tahu apa yang akan Anda lakukan untuk memperbaiki kesalahan atau kegagalan di tahun yang baru berlalu, janganlah pesimis. Tersenyumlah menyambut tahun yang baru. Senyum terbukti merupakan cara sederhana yang dapat membuat kita mengalami perasaan senang, penuh semangat, dan keyakinan. Begitu hati kita dilingkupi semangat dan keyakinan, kita dapat melangkah dengan lebih ringan.

2 Comments leave one →
  1. January 1, 2012 10:32 am

    Selamat tahun baru 2012 Mbak Ester🙂.

    • Ester Lianawati permalink*
      January 6, 2012 11:02 pm

      Mksh, Cahya, selamat tahun baru jg ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: