Skip to content

Sekilas Mengenai Sejarah Psikologi Perancis

October 26, 2011

Bagi psikologi Perancis, Alfred Binet, Pierre Janet, dan Théodule Ribot, adalah tiga nama besar yang berjasa dalam lahirnya psikologi modern (Persiaux, 2007). Binet sangat berjasa dalam perkembangan psikometri Perancis. Ia menyusun tes-tes psikometris pertama, salah satunya yang sangat dikenal adalah tes inteligensi Stanford Binet. Tes ini menyandang nama Stanford setelah diadaptasi oleh Lewis Terman dari Stanford University (Schneider, 1992). Sedangkan Pierre Janet adalah yang pertama kali mengemukakan istilah subsconcious dan mendefinisikannya secara jelas. Ia juga pendiri ikatan psikologi di Perancis (Societe de psychologie), yang sejak tahun 1941 berubah nama menjadi Societe francaise de psychologie .

Disebut terakhir, tidak berarti jasa Théodule Ribot kurang signifikan. Sebaliknya, Ribot memiliki peran yang paling penting dalam dunia psikologi Perancis. Tidak hanya karena ia menciptakan la Revue philosophique de la France et de l’étranger, jurnal ilmiah pertama yang membahas perkembangan psikologi sebagai disiplin ilmu baru di Perancis dan negara-negara Eropa pada saat itu. Atau bukan juga karena ia membantu Henri Beaunis dalam menciptakan laboratorium psikologi eksperimental pertama di Perancis. Lebih dari itu, Ribot adalah tokoh yang melahirkan psikologi Perancis yang ilmiah (Nicolas & Charvillat, 2001). Adalah Ribot yang memperjuangkan psikologi sebagai disiplin ilmu yang otonom di universitas. Awalnya mahasiswa/i hanya dapat memelajari psikologi saat ia belajar filsafat; tidak ada mata kuliah psikologi tersendiri apalagi fakultas psikologi yang mandiri. Masih menurut catatan Nicolas dan Charvillat, perkembangan psikologi di Perancis pada saat itu memang terhambat oleh pengaruh negatif filsafat spiritualis.

Perjuangan Ribot memasukkan psikologi ke lingkup akademis dimulai dengan mempublikasikan karya pertamanya, La Psychologie anglaise contemporaine (1870). Buku ini menandai lahirnya psikologi modern yang terlepas dari konsep-konsep metafisik (Nicolas & Charvillat, 2001). Dalam buku ini, Ribot juga memaparkan bahwa psikologi adalah bagian dari biologi, bukan filosofi. Karyanya ini menjadi penolakan terhadap filsafat spiritual dan positivisme Auguste Comte yang menyangkal kehadiran psikologi otonom sebagai sebuah ilmu (Guillin, 2004). Perjuangannya mencapai titik penting ketika disertasinya yang berjudul L’Hérédité des caractères psychologiques diuji di Sorbonne pada tahun 1873. Nicolas dan Charvillat mencatat bahwa pada momen inilah untuk pertama kalinya, sebuah disertasi mengenai psikologi dipresentasikan di dunia universitas.

Dalam disertasinya, Ribot (dalam Nicolas & Charvillat, 2001) menyatakan bahwa hukum biologis juga dapat diterapkan pada fenomena mental. Dengan pernyataannya ini, ia hendak menegaskan bahwa emosi dan kondisi jiwa lainnya dapat diuji secara ilmiah dengan metode-metode fisiologis. Beberapa tahun kemudian, Menteri Pendidikan Umum memberikan izin sekaligus tanggung jawab kepada Ribot untuk memberikan mata kuliah psikologi eksperimental pertama di Sorbonne (Brooks, dalam Nicolas & Charvillat). Sayangnya dampak pengajaran ini sangat kecil sehingga Ribot memilih untuk meninggalkan Sorbonne dan bergabung dengan Collège de France pada 18 Februari 1888 yang memberikannya kesempatan untuk memberikan mata kuliah psikologi eksperimental sekaligus menjadi direktur pertama dari departemen psikologi eksperimental.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: