Skip to content

Rapuh

October 2, 2011

Kusadar kini ku begitu rapuh

Kukecup kelopak matanya di atas kelopak matamu

Kusentuh bibirnya temukan manis ciummu

Kuberbaring di dadanya dengarkan detak jantungmu

Kupeluk tubuhnya rasakan hangat kau memelukku

 

Kutertawa dengannya mengenang candamu

Kumemakinya ratapi kisah kau dan aku

Kucurigai dia atas pengkhianatanmu

Kucemburui dia karena ketidaksetiaanmu

Ku menangis di bahunya letih menanti dirimu

 

Perlahan

Kurindukan dia sambil merindukanmu

Kucintai dia sambil tetap mencintaimu

 

Aku bercermin hari ini, kekasihku

Tak lagi kukenal diriku

 

Kau meremukkanku

Dia merekatkanku

 

Aku rapuh

11 Comments leave one →
  1. October 3, 2011 4:59 pm

    Setiap orang pada dasarnya rapuh, sehingga kita dapat belajar menghargai kehidupan secara utuh🙂.

    • Ester Lianawati permalink*
      October 10, 2011 1:34 pm

      iya bener kt mas cahya🙂

  2. October 18, 2011 9:59 am

    terrrr… haha gw kok menemukan blog lu tidak sengaja.. hihihi.. gw link ke punya gw yaaa.. vididisini.blogspot.com…

    vidia

    • Ester Lianawati permalink*
      October 18, 2011 9:49 pm

      haha, okaaay. blog elo keren, vid🙂

  3. Anonymous permalink
    October 22, 2011 3:12 am

    Adakah rujukan empiris tentang siapa “dia” dan “kamu” dalam puisi ini?

    • Ester Lianawati permalink*
      October 22, 2011 10:07 am

      taela pertanyaannya :p
      udah tlg jawab aja koment nya Didin ya di tulisannya mas Donny🙂

  4. Anonymous permalink
    October 22, 2011 3:20 am

    Adakah rujukan empiris puisi ini? Siapa “aku” dan “kamu” itu?

  5. Donny Danardono permalink
    October 26, 2011 9:07 am

    Puisimu ini sarat pesan, mirip prosa, protes, pemberontakan. Kamu masih menunggangi kata dengan makna. Kalau kau sudah membebaskan kata dari makna, kau akan hasilkan puisi.

    • Ester Lianawati permalink*
      October 26, 2011 11:39 am

      itu yg aku belom bisa😦 jd utk smntr hslnya kyk gini😉

  6. hendi permalink
    November 27, 2011 9:38 am

    Puisi yg penuh gelora…sangat misterius tapi penuh dengan emosi di dalamnya…gud job and i like it !🙂

    nb : puisi adalah salah satu wujud bahasa jiwa, bukan sekedar memenuhi kaedah teori…let your soul speak loud…

    • Ester Lianawati permalink*
      December 4, 2011 12:41 pm

      thank you, Hendi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: