Skip to content

Kau dan Aku

April 15, 2011

Aku menatapmu yang terlelap di sisiku

Kulekatkan jemariku padamu, kau sambut dalam tidurmu

Lembut, selembut cintamu untukku

Aku menelusuri garis wajahmu

Bersama rembulan yang sinarimu

Pijar bintang melingkupimu

Kasihmu membungkus erat tubuhku

Kau, dalam salahmu, dalam haru maaf dan pengakuan

Luluhlantakkan dirimu, mengoyak jiwaku

Sepanjang waktu, amarah, tangisan, merobek-robek yang pernah ada,

Tak lagi indah segala yang pernah indah

Kau membisu dalam sesalmu, ku terbenam dalam lukaku

Mengapa harus ada noda,

Tak bisakah kau bantu hilangkan itu?

Perlahan, dalam pilu pandang bertemu

Kau raihku dalam pelukmu

Diiring percik air, siraman madu

Dalam hitungan detik tersisa

Kau dan aku berselimut cinta

Tiada tara, selamanya,

5 Comments leave one →
  1. Ester Lianawati permalink*
    April 18, 2011 1:00 am

    Trm ksh utk “like” nya, mas Cahya🙂

  2. Dony Danardono permalink
    April 18, 2011 8:56 am

    Bagian ini yang mearik:
    “Dalam hitungan detik tersisa

    Kau dan aku berselimut cinta

    Tiada tara, selamanya”

    • Ester Lianawati permalink*
      April 23, 2011 6:02 pm

      ^.^ Knp bagian itu menarik buat mas Don-don?

  3. affidina permalink
    April 18, 2011 12:26 pm

    weeew,, like this sist ^_^

    GBU

    • Ester Lianawati permalink*
      April 23, 2011 6:04 pm

      tengkyu, Affi.
      miss you, sist ^.^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: