Skip to content

Bila saatnya

November 21, 2009

Aku duduk di pangkuan rembulan, melihatmu sedang termangu

Kau angankan diriku, wangi kasihmu tercium sampai penuh rongga dadaku

Aku terselimuti dekapan hangat aura semesta di seluruh tubuhku

Titik demi titik tergetar, menatap tetes-tetes air matamu

Aku terguncang dalam rindu haru menggebu milikmu untukku

Benamkan kepala mungilku dalam peluk tubuh ringkihmu

Kurasakan tulang-tulangmu berbalut lembut rasa sucimu

Jemarimu belai helai rambutku, temani desah berpadu pekat nan indah

Kita terisak dalam beratnya sebuah nama,

Dalam beban yang kita lekatkan pada anak-anak kita,

Pada ayah bunda nun jauh di sana

Dalam norma bentukan manusia tak sempurna

Dalam dogma yang mencatut gelarNya

Bukan Dia mempersatukan kita,

Kita memaksanya atas nama keinginan berlabel cinta

Biar di sini dulu beberapa detik lebih lama..

Menunggu Dia rekatkan, dalam inginNya, dengan murni hatiNya

Bahkan maut tak dapat memisahkan kita..

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: