Skip to content

Indahnya Sebuah Persahabatan

July 26, 2009

Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu.

(Sindentosca)

Masa kanak-kanak adalah masa emas perkembangan manusia. Masa ini adalah masa yang tepat untuk menstimulasi anak baik secara fisik, kognitif, maupun sosioemosional. Sayangnya, kebanyakan orang tua cenderung berfokus pada aspek fisik dan kognitif saja. Asupan bergizi diberikan agar anak tumbuh tinggi, bertulang kuat, dan berotak cerdas. Membaca, menulis, dan berhitung, sudah diajarkan bahkan sebelum anak masuk taman kanak-kanak. Tidak sedikit pula orang tua yang memasukkan anaknya dalam berbagai kursus, yang seringkali didorong oleh ambisi mereka, bukan atas keinginan anak.

Tentu tidak salah mengoptimalkan pertumbuhan fisik dan kognitif anak asal dilakukan dengan cara yang bijaksana. Sayangnya, terpaku pada kedua aspek itu membuat orang tua lupa pada aspek sosioemosional yang seyogianya juga dikembangkan anak. Orang tua lupa bahwa anak tidak hanya perlu menjadi besar dan pandai, namun juga memiliki budi pekerti, empati, dan kepedulian. Akibatnya, berbagai persoalan dikeluhkan orang tua. Anak yang memberontak, agresif, sombong, egois, tidak mau berbagi, dsb, acap kali  mereka lontarkan.

Orang tua tidak sadar bahwa banyaknya waktu yang dipakai untuk pengembangan fisik dan kognitif dapat mengurangi jam bermain anak. Kehilangan jam bermain sama saja dengan kehilangan kesempatan untuk menjalin relasi dengan teman-teman sebaya. Padahal hubungan semacam ini sangat dibutuhkan anak. Pertemanan masa kanak-kanak adalah cikal bakal anak belajar persahabatan. Dan persahabatan adalah sarana terbaik untuk anak mengembangkan sisi sosioemosionalnya secara optimal.

Dari tahap demi tahap yang dilewati dalam sebuah persahabatan, anak akan belajar sekaligus mempraktikkan perilaku prososial dasar seperti kepedulian dan empati. Anak juga belajar membangun rasa percaya (trust), kejujuran, rasa saling memiliki, dan kesetiaan. Melalui persahabatan, anak juga belajar toleransi, kerendahan hati, dan kebesaran jiwa. Persahabatan juga dapat membentuk perasaan diri istimewa dan berguna (self-worth). Dengan semua dampak positif ini tidak heran jika persahabatan berperan dalam kesejahteraan anak.

Apa saja yang ada dalam sebuah proses persahabatan sampai dapat menghasilkan nilai-nilai positif di atas? Ada tiga film anak-anak yang sedang tayang di sinema-sinema, yaitu Ice Age 2, King, dan Garuda di Dadaku. Sedikit banyak ada tema persahabatan dalam tiga film ini. Film King tampak paling menyentuh dalam menggambarkan indahnya persahabatan. Meski film ini hendak memberi pesan mengenai pentingnya kerja keras untuk meraih impian, namun saya melihat porsi terbesar justru memotret peran seorang sahabat dalam pencapaian impian itu. Dari tokoh Raden dan Guntur, kita dapat melihat setidaknya ada 6 aspek yang hadir dalam sebuah persahabatan.

 

Pertama, kebersamaan dan keintiman. Sahabat adalah dengan siapa kita dapat menghabiskan waktu bersama melakukan hal-hal yang disukai. Sahabat juga tempat berbagi cerita, masalah, dan kegembiraan. Bersama sahabat, kita dapat menangis dan tertawa. Dengan bersama dan berbagi, perlahan sahabat akan mengenal satu sama lain.

                                                      

Kedua, penerimaan. Dengan mengenal sahabatnya, anak akan belajar untuk menerima sahabat apa adanya. Penerimaan ini akan menghasilkan kenyamanan untuk menjadi diri sendiri. Lambat laun, penerimaan ini akan mengikis topeng yang dikenakan seseorang. Mengetahui bahwa ada yang menerima dirinya apa adanya, anak akan belajar menjadi diri sendiri.

 

Ketiga, masukan terhadap kekurangan. Menerima sahabat bukan berarti mengatakan ya untuk semua sikap dan tindakan sahabat. Jika memang sahabat memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki, sahabat yang baik akan dengan jujur mengatakannya. Tujuannya bukan menyakiti, melainkan agar sahabat menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Meski sesuai dengan tahap perkembangannya, anak sulit mengemukakan kritiknya secara halus. Biasanya masukan ini terjadi bersamaan saat anak bertengkar karena kesal menghadapi sifat tertentu dari sahabatnya. Seperti Raden yang marah kepada Guntur yang mudah ngambek. Namun perlahan, anak akan belajar arti kejujuran dengan memberi masukan dan kelapangan dada untuk menerima masukan.

 

Keempat, penghargaan terhadap kelebihan sahabat. Jika tidak menghargai kelebihan sahabatnya, Raden tidak akan memainkan peran utama dalam keberhasilan Guntur. Sahabat akan mampu melihat kelebihan sahabatnya, menghargainya, dan belajar menjadi lebih baik dari kelebihan sahabatnya itu. Seorang sahabat juga tidak akan iri hati dengan kelebihan sahabat melainkan membantu untuk mengembangkan kelebihannya.  

 

Jika memberi masukan membutuhkan kelapangan hati dari si penerima, maka menghargai kelebihan sahabat membutuhkan kerendahan hati dari si pemberi. Keduanya sama tidak mudahnya. Seperti yang dikatakan Oscar Wilde, “Anybody can sympathise with the sufferings of a friend, but it requires a very fine nature to sympathise with a friend’s success.” Beruntunglah mereka yang memiliki sahabat seperti Raden, yang jauh dari sikap iri hati, bahkan mengantarkan sahabatnya menuju kesuksesan. Dengan sahabat yang menghargai kelebihannya, bahkan membantunya untuk maju, bagaimana mungkin anak tidak dapat menghargai diri sendiri?

 

Kelima, penyelesaian konflik. Dalam hubungan yang melibatkan dua orang atau lebih, konflik sangat mungkin terjadi. Perbedaan pendapat mulai dari hal-hal kecil akan mewarnai sebuah relasi. Namun sahabat sejati akan berhasil melewati konflik ini. Akan sangat mungkin anak-anak bertengkar dan secara langsung mengekspresikan kemarahannya. Namun dari pertengkaran-pertengkaran inilah, anak akan lebih memahami respons sahabatnya. Perlahan anak akan belajar mengungkapkan kejengkelannya dengan cara yang tidak menyakiti sahabatnya. Lebih lanjut, anak akan belajar keberanian untuk mengakui kesalahan dan kebesaran hati untuk memaafkan.

 

Keenam, dukungan. Sahabat adalah seseorang yang dapat diandalkan untuk membantu ataupun mendukung bilamana dibutuhkan. Dukungan yang diberikan sahabat dapat berupa dukungan informasi, instrumental, ataupun emosional. Film King menggambarkan dengan baik ketiga dukungan ini. Raden memberi semangat tiap kali Guntur hendak dan sedang bertanding. Ia selalu membantu Guntur mengenai raket yang jadi permasalahan utama sahabatnya itu. Entah dengan memberikan informasi mengenai raket siapa yang dapat dipinjam, ataupun dukungan instrumental dengan ikut memperbaiki raket pinjaman yang rusak.

 

Dukungan paling mengharukan yang akan mengantar Guntur menuju impiannya dimulai ketika Raden melihat pengumuman mengenai klub bulu tangkis. Ia mengumpulkan uang agar Guntur dapat masuk ke klub tersebut. Karena saat itu mereka sedang tidak saling bicara, ia pun masuk ke klub itu dengan menggunakan nama Guntur. Sampai akhirnya Guntur  ‘menggantikan’ posisinya di klub itu.

 

Dari sini kita juga dapat melihat bahwa seorang sahabat tetap terpanggil untuk memberikan yang terbaik bagi sahabatnya bahkan saat hubungan di antara keduanya sedang tidak baik. Sahabat akan selalu siap untuk berada di sisi kita. Tidak berlebihan jika penulis kitab Amsal mengatakan dalam sebuah ayatnya, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”

 

Meski saya tempatkan sebagai aspek terakhir, dukungan merupakan bagian terpenting dalam sebuah persahabatan. Kita dapat saja menghabiskan waktu bersama teman, namun hanya sahabat terbaik yang akan benar-benar memberi dukungan saat kita membutuhkan.

 

Mengetahui bahwa sahabatnya selalu dapat diandalkan, anak akan belajar rasa percaya dan kesetiaan. Selain Raden dan Guntur, mari kita tengok sejenak persahabatan dalam mitologi Yunani. Dikisahkan Phytias yang menerima hukuman mati dari Dionysius I di Syracius. Sebelum menjalani hukuman, Phytias meminta izin pulang ke rumah untuk menyelesaikan beberapa hal terlebih dahulu. Dionysius mengizinkan setelah Damon, sahabat Phytias, mau menggantikan Phytias di penjara dan bahkan bersedia menjalani hukuman mati jika Phytias tidak kembali.

 

Ternyata Phytias mengalami hambatan dalam perjalanannya kembali ke Syracius. Kapal yang ditumpanginya dibajak sehingga ia harus berenang mengarungi lautan. Untunglah, ia berhasil tiba tepat sesaat sebelum Damon menggantikan dirinya untuk dieksekusi. Melihat kesetiaan Damon dan upaya Phytias untuk memenuhi janjinya, Dionysius membatalkan hukumannya. Damon dan Phytias adalah lambang kepercayaan dan kesetiaan sahabat.

 

Dukungan tidak hanya mengajarkan kepercayaan dan loyalitas. Dengan saling mendukung, anak belajar arti kasih dan empati. Dukungan penuh dari seorang sahabat juga dapat membuat anak merasa dirinya istimewa, yang dengan sendirinya akan meningkatkan harga diri (self-esteem) anak. Mengetahui bahwa ada yang selalu siap membantu dapat berdampak positif bagi kesejahteraan anak. Bersama-sama dengan kelima aspek lainnya, anak akan belajar banyak hal positif dari sebuah persahabatan. Perlahan tapi pasti, sebagaimana penggalan lirik lagu di atas, persahabatan akan mengubah ulat menjadi kupu-kupu.

 

Persahabatan memang bukan hanya milik anak-anak. Namun akan jauh lebih baik bila anak belajar bersahabat sejak dini. Selain persahabatan masa kanak-kanak cenderung bertahan hingga dewasa, seseorang yang telah membangun persahabatan sejak kecil juga relatif tidak menemukan hambatan dalam menjalin relasi dengan orang lain. Karena persahabatannya di masa kanak-kanak telah membantunya menjadi pribadi yang lebih baik, yang tidak hanya cakap secara intelektual namun juga sosioemosional.

 

Selamat hari anak. Selamat menikmati indahnya persahabatan.

(buat sahabat2ku, mksh buat persahabatan kita, mksh dah sll hadir dlm suka n duka😉

2 Comments leave one →
  1. watis permalink
    September 5, 2009 2:30 am

    hehe… miss you much.
    kapan kita chat.

    • esterlianawati permalink*
      September 5, 2009 12:12 pm

      nek, gak nyangka elo baca tulisan ini.
      hiks jd kangen. wkt gw nonton film King, keinget elo..
      miss our moments..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: