Skip to content

Compassion

May 30, 2009

Tulisan ini adalah resensi buku berjudul Compassion: Conceptualization, Research, and Use in Psychotherapy.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan dengan editornya adalah Paul Gilbert.

 

Belas kasih (compassion) merupakan variabel yang hampir terlupakan dalam kajian psikologi.[1] Hal ini disebabkan compassion lebih identik dengan nilai-nilai masyarakat Timur, sementara psikologi didominasi oleh pemikiran Barat. Untuk itulah Paul Gilbert, mengajak rekan-rekannya untuk mengeksplorasi compassion dari sudut pandang psikologis.

Hasil eksplorasi tersebut dituliskan dalam buku ini, yang dibaginya dalam dua bagian besar. Bagian pertama, mulai dari bab 2 sampai dengan 6, para penulis mencoba untuk mendefinisikan compassion dan menyajikan beberapa hasil penelitian yang dapat membantu pengembangan konseptual mengenai compassion.

Pada bagian kedua, mulai dari bab 7 sampai dengan 13, dipaparkan penerapan compassion sebagai dalam berbagai metode psikoterapi. Metode-metode itu adalah (a) compassionate imagery, yakni mengembangkan compassion dengan membayangkan Sang Buddha, dewa-dewa, ataupun dewi-dewi yang dikenal memiliki compassion, seraya melantunkan tantra-tantra, (b) compassionate mind training yang melatih pikiran agar dapat bersikap compassionate sebagai upaya mendapatkan gagasan baru dalam penyelesaian masalah, (c) group cognitive therapy, yakni klien belajar mengekspresikan compassion kepada orang lain yang tergabung dalam kelompok terapi, dan (d) validasi sosial (social validation) untuk menumbuhkan compassion jika sebelumnya dalam masa kanak-kanak, kapasitas compassionate seseorang terhambat akibat relasi yang tidak sehat dengan pengasuhnya.

Sayangnya, metode psikoterapi Timur lainnya seperti Naikan dan Morita therapy tidak dimasukkan. Padahal dua terapi khas Jepang ini sudah dikembangkan hampir seabad lalu. Selain itu, buku ini memberi porsi besar pada filosofi Buddha, seolah mengidentikkan tradisi Timur dengan Buddhisme. Demikian pula dalam compassionate imagery kurang dijelaskan jika kliennya tidak beragama Buddha. Hanya sempat disebutkan bahwa orang Barat akan menggunakan Yesus sebagai acuan imajinasi. Pernyataan ini kembali melekatkan Timur dengan Buddha dan Barat dengan Kristen. 

Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa buku ini menawarkan satu nilai yang terlupakan selama ini, yakni compassion, yang dapat membantu orang untuk pulih, berubah secara positif, dan menjalani hidup dengan sejahtera. Buku ini juga berbicara mengenai kekuatan compassionate imagery dalam menstimulasi jalan otak (brain pathways). Dengan demikian, buku ini tidak hanya menawarkan psikoterapi yang indigeneous, tetapi juga membuka kesempatan baru untuk penelitian mengenai neuroscience, topik yang saat ini marak dibicarakan dalam psikologi.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika buku ini dapat menjadi salah satu buku ajar dalam mata kuliah Psikoterapi. Selama ini mahasiswa/i hanya diajarkan metode psikoterapi Barat. Sudah saatnya mereka juga belajar mengenai metode psikoterapi yang khas Timur.

Memang sampai pada bagian terakhir dalam buku ini, kita tidak akan menemukan satu definisi mutlak mengenai compassion. Namun sepertinya Gilbert sengaja membiarkan konsep compassion tetap terbuka untuk dikaji lebih lanjut. Kurang luasnya budaya Timur yang dibawa, juga dapat memotivasi kita untuk turut mengembangkan psikoterapi Timur, khususnya dalam hal ini adalah dengan membawa compassion sebagai alatnya.

 


[1]  Tidak ada kata dalam bahasa Indonesia yang dapat menggambarkan compassion secara tepat. Kata yang paling mendekati adalah perasaan iba, terharu, atau belas kasih, sebagaimana yang diterjemahkan John M.Echols dan Hassan Shadily dalam Kamus Inggris Indonesia (2003). Oleh sebab itu, untuk selanjutnya dalam tulisan ini, kata compassion akan digunakan tanpa diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: