Skip to content

Untukmu dalam Lukaku

November 10, 2008

Kau hancurkan hatiku
Tak hanya satu waktu
Berkali kau buat aku
Terisak dalam lukaku
Sakit, pedih, menegang kaku
Bekukan aliran darahku

Tak cukup pikirmu
Kau remukkan hidupku
Jadi serpihan, beribu-ribu
Begitu kecil tak tersentuh
Tak tahu aku
Mampukah rekatkan jadi satu

Perlahan, kau tibakan ku
Di batas itu

Kini, nanti, semasih ada denyut nadiku
Aku membencimu
Sluruh relung jiwaku
Mengutuk dirimu
Dalam tiap hela nafasku
Aku memakimu
Penuh amarahku
Perih lukaku
Dendam membakarku

Siapa bertahta dalammu
Sampai kuasa kau mengoyakku
Hingga sumsum tulangku
Teriakkan pilu

Susah payah kugerakkan tubuhku
Bangkit, kataku
Pada kakiku
Pada serakan hatiku
Pada beling-beling hidupku
Pria sepertimu
Tak pantas miliki cintaku

4 Comments leave one →
  1. -phoenix- permalink
    November 12, 2008 5:16 am

    heuaheuha….waduh2 cil…🙂
    ‘pria sepertimu tak pantas miliki cintaku’…. wah2..

    harus re-thinking over deh cil..coba yah coba kau pertimbangkan kembali semua hal..jgn cuma pake emosi doank tapi pake logika juga boo….
    auranya…kecewa…which is worst than just being a momentarily angry….

    think about urself lah… wat u want..ur dreams..n ur desire…
    heuahuaha..tetep yah oo..komen g ga bisa serius…🙂

    tapi tetep tuh yg atas udah serius…..🙂
    sushi…sushi…sushi….

  2. esterlianawati permalink*
    November 18, 2008 8:27 am

    Jd yg tertangkap ama elo itu aura kecewa ya..
    Gak ada aura2 lain? Hehe
    Desire gw gak keliatan? :))
    kok bosen ya ama sushi tei..
    kangen salmon salad,
    as I miss him so much
    hihihi

  3. November 18, 2008 10:55 am

    “Perlahan, kau tibakan ku
    Di batas itu”

    Baris yg ini mungkin bisa menjelaskan:

    “Pria sepertimu
    Tak pantas miliki cintaku”

    Memang sulit jika menemukan “batas” yang tak mungkin lagi digeser dan diperluas.. Tapi apakah memang ada batas dalam cinta? Adakah “batas” dapat disebut sebagai bentuk kesadaran dalam cinta? Aku betul-betul tidak tau. Kalau cinta demikian sulit untuk dimengerti maka adakah batas yang patut dimengerti? Di diskusi lain ester bahkan memberikan beberapa pemikiran untuk menerima pasangan yang telah menghianati. Maka apakah yang disebut dengan “batas” itu?😉

  4. esterlianawati permalink*
    November 24, 2008 7:40 am

    Hehehe,
    Pa kabar, bang..?
    Mgkn batasnya yg tau cuma org yg bersangkutan..
    Bs aja sekali dikhianati, org itu dah nyampe pd batasnya. Tp bs jg dia blum nyampe batas. Nah kl blum nyampe batas, kuberikan cara2 menjalaninya.. Kl dah nyampe batas, tinggalin aja ya hihihihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: