Skip to content

Temui Aku Berpuluh Tahun Lagi

September 22, 2008

Ribuan hari kau bersamaku
Kita bercumbu
Dalam bahagia berlumur gundah
Cinta terbungkus resah
Panas damaikan jiwa
Kudekap kau dalam dekapmu
Saat terindah dalam hidupku
‘Kan segra berlalu

Aku perempuanmu,
Perkasa dalam tangisku
Maju berperang ‘tuk dirimu
Sembuhkan luka nan belenggu
Tak mampu kulawan waktu
Laksana Cinderella terbatas dentang tengah malam
Aku pergi, kekasihku
Dia sudah memanggilku

Hentikan, kataku
Saat waktu belum tiba
Kau bimbang, terdiam
Terpuruk dalam ragumu
Tak berdaya dalam ragamu
Takutmu habisi tubuhmu
Tangisku matikan semangatmu
Teriakku surutkan nyalimu

Malam makin larut, kekasihku
Kubenci kau dalam cintaku
Kucinta kau dalam benciku
Kan kutunggu dirimu
Jemputku saat senja
Dalam sisa-sisa gairah
Warisan cinta kita
Aku milikmu
Meski ragaku tlah hangus
Dalam permainan egonya
Dalam kelemahanmu
Dalam kekalahanku,
Perempuanmu

Temui aku berpuluh tahun lagi
Saat ombak pantai bergelung
Dalam kerut kulitmu, dalam rapuh tulangmu
Dalam rambut putihmu
Dalam keabadian cinta
Milikmu, milikku

7 Comments leave one →
  1. opx permalink
    September 25, 2008 6:00 am

    Dimana indahnya cinta?
    dalam pengorbanan yang tulus, diantara sabarnya penantian ato ketidakkuasaan untuk memiliki…

  2. esterlianawati permalink*
    September 25, 2008 7:12 am

    Taela, tny sendiri, jwb sendiri ya pak😛
    Tnyt lo nangkep isi puisi ini ya Piq…😉

  3. andohar purba permalink
    September 30, 2008 7:37 pm

    sampai juga aku diujung jalan
    tak berpaling, tak jua hendak meneruskan langkah
    aku cuma mau berhenti
    melepas nafas menumpahkan beban
    dan biarkan cinta tercerabut sampai ke akarnya

    Hai..😉

  4. esterlianawati permalink*
    October 6, 2008 2:03 am

    Hai, Bang Dohar,
    Aku ndak mau ah kl cintaku tercerabut sampe ke akarnya😀

  5. Sapto permalink
    October 26, 2008 4:56 pm

    Hehe….
    Heran ya, kenapa banyak orang yang ingin dimiliki (ak milikmu…). lha kalau yang punya milik bosan bisa ditukar atau digadai itu….

  6. reen permalink
    November 7, 2008 4:28 pm

    aku berteleku..
    atas pusara cinta kita..
    bersama haruman kuntum mawar..
    dan suci kata talkin.
    rembes air mata yang tidak kering ini..
    meratapi sepemergianmu..
    duhai cinta..
    moga damailah engkau disana..

  7. esterlianawati permalink*
    November 10, 2008 3:27 am

    mmm, jd speechless…
    terharu sama puisimu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: