Cinta Bunga

Ada yang setia mengikuti sinetron ini?

Di tengah sejumlah deadline yang mengejar belakangan ini, sinetron ini satu-satunya tayangan televisi yang saya tonton karena jamnya pas banget dengan saat-saat saya udah jenuh ama tugas. Sinetron yang sudah mencapai hampir 200 episode ini dapat dengan mudah diketahui ceritanya meskipun baru beberapa hari menonton.

Awalnya sinetron ini cukup menghibur. Lama-lama saya jadi bertanya-tanya apakah saya makhluk masokis karena terhibur oleh sinetron yang banyak banget menampilkan adegan kekerasan ini? Suami menampar istri, istri menampar suami, kakak menampar adik, dan sebaliknya adik menampar kakak. Oya sesama istri yang sama-sama mencintai suami mereka yang plin plan juga saling menampar. Belum lagi sang ibu mertua yang gila harta, juga habis-habisan melakukan kekerasan pada menantunya, sang tokoh utama dalam sinetron ini. Dibantu dengan menantunya yang lain, mitranya dalam merebut harta warisan, berbagai kekerasan dilakukan terhadap si tokoh utama. Tidak hanya fisik, tapi juga psikis. Berbagai makian dengan kata-kata kasar sering diucapkan dalam sinetron yang jam tayangnya (jam 7 malam) masih memungkinkan anak-anak untuk menontonnya.

Bunga, si tokoh utama, adalah perempuan cantik, tidak berpendidikan, mudah panik bila mengalami masalah, dan sangat depresif. Setiap hari ia menangis dan tidak melakukan tindakan positif untuk mengatasi masalah yang dihadapinya. Semakin menyedihkan kondisinya, semakin ia disayang oleh keluarganya dan psikiater yang menanganinya. Jika seperti ini tampilan perempuan idaman dalam sinetron kita, mau jadi apa perempuan Indonesia..;)

Bunga mencintai Reno, laki-laki yang tidak bekerja dan hanya hidup mengandalkan uang tabungan. Namun sepertinya saking banyaknya uang tabungannya itu ia tidak kesulitan membeli bensin untuk mobil X Trail-nya. Ia sempat digambarkan bekerja di perusahaan milik temannya. Namun tidak jelas apa yang ia kerjakan karena setiap harinya ia sibuk mengurus masalah pribadinya. Dan memang demikian dengan tokoh-tokoh lain dalam sinetron ini yang tiap hari digambarkan berkutat dengan persoalan yang menimpa Bunga . Yang ditampilkan bekerja hanya tokoh Lena dan Pak Rudi, itupun bukan prestasi kerja mereka yang ditonjolkan melainkan berbagai intrik dan konflik rumah tangga akibat pekerjaan mereka.

Namun anehnya, meskipun tidak bekerja, Bunga dan sejumlah tokoh lainnya dalam film ini memiliki telepon genggam (handphone) yang pulsanya tentu harus mereka isi. Handphone nya bukan cdma atau handphone gsm yang murah meriah, tp dengan seri-seri yang cukup okay desain dan harganya. Dengan handphone inilah mereka lancar berkomunikasi setiap hari. Kadangkala saat hendak mengangkat telepon, mereka akan bertanya terlebih dahulu siapa yang menelepon padahal yang menelepon adalah mereka-mereka juga. Seolah handphonenya tidak menyimpan nomor kontak masing-masing. Kadang mereka juga digambarkan bertanya-tanya terlebih dahulu pada diri sendiri hendak mengangkat telepon masuk itu atau tidak.

Sinetron ini juga sepertinya ingin mengatakan bahwa hidup itu mudah lho, dapat diselesaikan dengan uang warisan. Membayar uang tebusan kepada si penculik dengan uang warisan, membeli rumah dengan uang warisan.. Wah aku juga mau neh uang warisan 😛

Sinetron ini juga melakukan sejumlah kesalahan lainnya yang menunjukkan kurangnya pengetahuan mengenai beberapa hal. Pertama mengenai profesi Wilda, tokoh antagonis dalam sinetron ini. Wilda kadang disebut sebagai dokter lulusan fakultas kedokteran, kadang ia disebut sebagai psikiater, dan pernah pula disebut sebagai psikolog. Padahal psikolog bukanlah dokter dan tidak menempuh pendidikan kedokteran. Untuk menjadi psikiater, orang itu harus mengambil fakultas kedokteran dan kemudian melanjutkan dengan spesialisasi di bagian psikiatri (kejiwaan). Sedangkan psikolog harus menempuh pendidikan di fakultas psikologi. Dan sejak lebih dari sepuluh tahun lalu, seorang sarjana psikologi harus menjalani profesi psikologi untuk dapat disebut psikolog (dulunya program ini dijadikan satu).

Keanehan lainnya adalah dalam proses perceraian Bunga dan Reno yang dapat terjadi dalam satu hari saja. Masih mengenakan pakaian yang sama, pada hari Reno menggugat cerai, pada hari itu pula pengadilan memutuskan mereka bercerai. Wah alangkah bahagianya para korban KDRT yang saya dampingi kalau bisa menjalani proses perceraian sesingkat Reno.

Setahu saya, proses perceraian melibatkan berbagai tahap mulai dari mengajukan gugatan, pemeriksaan perkara, pembacaan gugatan, tanggapan pihak tergugat, tanggapan penggugat terhadap tanggapan si tergugat, pembuktian (dengan saksi atau alat bukti lainnya), sampai pada putusan hakim. Itu baru garis besarnya saja. Belum lagi jika si penggugat dan atau tergugat tidak hadir, atau tergugat melakukan perlawanan (verzet), atau salah satu pihak melakukan banding, ataupun kasasi. Ditambah lagi agenda persidangan lainnya untuk hak asuh anak, harta gono-gini, dll. Beberapa tahap bisa aja digabung dalam satu kali sidang. Namun yang pasti, tidak akan selesai dalam satu hari kayak persidangan Reno dan Bunga ini.

Apalagi karena Reno sebagai suami yang menggugat dan perkawinan dilakukan secara Islam, maka perceraian itu adalah cerai talak. Tidak serta merta mereka bercerai setelah pengadilan memutuskan. Reno masih harus mengucapkan talak kepada Bunga setelah hakim menjatuhkan putusan. Jadi selancar-lancarnya proses, yang pasti sih proses itu tidak dalam satu hari.
Persidangan cerai antara Reno dan Wilda juga tidak luput dari kejanggalan meskipun memang tidak selesai dalam satu hari. Persidangan cerai bersifat tertutup, kecuali saat pembacaan putusan bisa saja dilakukan terbuka. Tapi dalam sidang cerai antara Reno dan Wilda, juga saat Reno dan Bunga, terbuka untuk umum. Dalam persidangan biasanya suasana bersifat formal, saksi ataupun pasangan yang bercerai, tidak dapat dengan leluasa berdiri, berteriak, dan berdiskusi di dalam ruang sidang seperti yang dilakukan para tokoh dalam sinetron ini.

Selain itu sidang cerai biasanya hanya melibatkan saksi untuk membuktikan bahwa memang rumah tangga yang bersangkutan tidak harmonis, bukan untuk membuktikan kejahatan pidana lainnya seperti yang dapat kita saksikan di sinetron ini.. Biasanya kalau memang sudah jelas terdapat ketidakharmonisan meskipun salah satu pihak tidak menginginkan, perceraian tetap bisa dilakukan. Apalagi kalau penggugatnya adalah laki-laki.

Masih bnyk adegan aneh lainnya.. Cukup ini aja dulu..
Sah-sah aja sih bikin sinetron tidak masuk akal, tapi untuk hal-hal yang sifatnya informatif sih sebaiknya jangan kali ya… 🙂

Advertisements

14 thoughts on “Cinta Bunga

  1. haiii mbak
    iya neh, teman2 ku di kos banyak yang suka nonton sinetron bunga itu
    kadang kala, kalau aku pulang cepat suka juga nonton itu di kos
    tp ngk semangat nonton sinetron

  2. kalo mbk Yul Sutradaranya seh…. Mngkin tuh film cinta Bunga Dibkin 1000 episode kale ya hikhik…. salam kenal atuwh mbk ya.

  3. mgkn acara tv sudah cukup suntuk dg gegap gempita politik di tanah air, shg acara di tv tdk lain diisi dgn “menu” itu2 saja… es beye, sup kalla, mie gawati atau apalah… jus dur…. shg kaum hawa lebih suka ” dibohongi” lewat sinetron…. sdh sering saya komentari ke istri, pasti aktor/aktris ini akan mati setelah ditabrak mobil dg harapan sinetron ini cepat selesai… kenyataannya seperti kucing hitam yg punya 1000 nyawa… shg intinya kita bisa memilah tayangan mana yg laik tuk keluarga…

  4. Btw, aku liat iklannya bbrp hari lalu, sinetron ini dah mau abis masa tayangnya jumat ini lho. akhirnya nyawanya abis juga hehe

  5. Salam kenal jg 🙂 Btw, sinetron ini abisnya boongan. tnyt bakalan ada CInta Bunga 2. Walah bener kata Mbak Ocha nih : terjebak 🙂

  6. wadawww.. nontonnya pasti khusyuk yaa.. *becanda mbak*… aku gak pernah tau… apa itu cinta bunga.. btw.. itu sinetron dilarang ama KPI gak ya??

  7. bagus kok kl kamu gak tau, drpd muak n eneg nontonnya hehehe. Iya, itu termasuk dilarang KPI tapi stasiun TV yang menayangkannya sangat bangga dgn sinetron ini krn ratingnya okay lho.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s