Skip to content

Mengenali Depresi

April 2, 2008

Pengen tahu kita depresi ato engga, saya coba tulis jenis en karakteristiknya dalam tulisan ini. Selamat mendiagnosis diri sendiri :) 

Jenis Depresi
Depresi merupakan salah satu jenis gangguan suasana hati (mood disorder). Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Text Revised (DSM IV TR), depresi dapat terbagi lagi menjadi gangguan depresi berat dan dysthymic (APA, 2000). Gangguan depresi berat itu sendiri terdiri dari beberapa sub jenis, yaitu kategori ringan, sedang, berat, dan parah. Gangguan depresi berat tipe parah dicirikan oleh fitur psikotik berupa delusi dan atau halusinasi.

Karakteristik
Untuk dapat dikatakan gangguan depresi berat (major depressive disorder), seseorang harus mengalami satu atau lebih episode depresi berat. Satu episode depresi berat berlangsung dalam kurun waktu dua minggu. DSM IV TR memaparkan sejumlah kriteria yang harus terpenuhi untuk dapat mendiagnosis seseorang mengalami episode depresi berat, yaitu 5 (atau lebih) kriteria berikut ini :
a) Suasana hati depresi hampir sepanjang hari, hampir setiap hari,
b) Hilangnya minat atau kegembiraan dalam hampir setiap aktivitas
c) Berat badan menurun secara signifikan atau kelebihan berat badan (misalnya perubahan berat badan lebih dari 5 % dalam sebulan), atau penurunan atau peningkatan selera makan hampir setiap hari. Pada anak, depresi dapat diindikasikan dari kegagalan anak mencapai berat badan yang seharusnya.
d) Insomnia (sulit tidur) atau hipersomnia (banyak tidur) hampir setiap hari.
e) Agitasi atau retardasi psikomotor hampir setiap hari (harus terlihat oleh orang lain, bukan hanya perasaan subjektif)
f) Merasa lelah atau hilang energi hampir setiap hari
g) Merasa diri tidak berguna atau perasaan bersalah yang tidak sesuai atau berlebihan hampir setiap hari
h) Menurunnya kemampuan berpikir atau berkonsentrasi, ketidakmampuan mengambil keputusan, hampir setiap hari.
i) Pemikiran yang berulang mengenai kematian (bukan hanya sekedar takut mati)
j) Ide bunuh diri yang berulang tanpa adanya rencana spesifik, atau usaha bunuh diri atau rencana spesifik untuk melakukan bunuh diri.

Lima atau lebih kriteria tersebut harus terjadi selama dua minggu (satu episode) dan menggambarkan perubahan keberfungsian individu tersebut. Yang dimaksud dengan perubahan keberfungsian adalah individu tidak menampilkan kriteria tersebut sebelumnya. Kriteria tersebut juga bukan disebabkan atau terkait oleh kondisi medis yang dialaminya. Selain itu, dari sejumlah kriteria di atas, kriteria suasana hati depresi atau hilangnya minat merupakan kriteria yang harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat didiagnosis mengalami gangguan depresi berat.

Sedangkan kriteria untuk gangguan dysthymic adalah suasana hati depresi sepanjang hari, yang berlangsung dalam kurun waktu minimal dua tahun. Individu tidak harus murung setiap hari untuk dapat didiagnosis mengalami gangguan dysthymic, hanya saja kemurungannya ini lebih sering dialami dibandingkan suasana hati yang normal. Dalam keadaan depresi, individu juga harus mengalami dua atau lebih kriteria berikut ini, yaitu :
a) Selera makan menurun atau justru bertambah
a) Insomnia atau hipersomnia
b) Hilang energi atau merasa lelah,
c) Harga diri (self-esteem) negatif
d) Konsentrasi menurun atau sulit mengambil keputusan
e) Merasa tidak berdaya.

Gangguan dysthymic ini sering dikenal dengan depresi kronis, karena berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Dalam perjalanannya, individu yang mengalami gangguan dysthymic dapat mengalami depresi berat. Situasi ini sering dikenal dengan istilah depresi ganda (double depression). Dalam DSM IV TR (APA, 2000), depresi ganda disebut sebagai major depressive disorder superimposed on dysthymic disorder.

Nolen-Hoeksema (2001) merangkum kriteria tersebut ke dalam tiga bentuk simtom, yaitu emosional, fisiologis dan perilaku, dan kognitif. Yang termasuk dalam simtom emosional, yaitu sedih, suasana hati murung atau depresif, anhedonia, dan mudah jengkel. Simtom fisiologis dan perilaku meliputi gangguan tidur (hipersomnia atau insomnia), gangguan selera makan, retardasi atau agitasi psikomotor, katatonia, dan lelah serta hilang energi. Sedangkan yang tergolong dalam simtom kognitif adalah konsentrasi dan atensi menurun, sulit mengambil keputusan, rasa bersalah atau tidak berguna, self-esteem negatif, merasa diri tidak berdaya, ide bunuh diri, dan delusi serta halusinasi.

4 Comments leave one →
  1. April 15, 2010 1:56 am

    Artikel yang bagus !

    Barangkali artikel “gangguan depresi” berikut juga berguna bagi rekan rekan lainnya > Gangguan Depresi ?

    • Ester Lianawati permalink*
      April 20, 2010 1:58 pm

      Trm ksh udah sharing artikel. Slm knl ya.

  2. ida ayu permalink
    January 1, 2012 4:47 pm

    mb, klo selalu merasa serba salah termasuk depresi bukan?

    • Ester Lianawati permalink*
      January 6, 2012 11:06 pm

      Hai Ida, bnyk org depresi yg menampilkan karakteristik serba salah, tp kita gak bs ngambil kesimpulan bhw org yg mrs serba salah itu depresi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: