Skip to content

Dia, antara Kau dan Aku

March 24, 2008

Putri putra dari rahimnya

Buah dari rasa tak bermakna

Utuh menyandang dirimu

Melebihkan dia dari padaku 

Dimilikinya tubuhmu

Menatapnya bilamana mau

Menyentuh tiap hasrat memacu cepat

Dia di sisimu, di hadapanmu

Di tempat yang sama

Tiap kau baringkan ragamu

Ku di sini, kacau dan galau,

Sendiri  berbaring aku 

Satu malam dari 364 malam

Kita bertemu tubuh dan jiwa

Di hamparan pasir berbunga

Kuingin waktu berhenti malam itu

Agar dia tahu

Kita punya rasa bernama cinta

Selalu

Tak berbatas

Meski terbatas oleh raganya

Berdiri menjulang

Antara kau dan aku

2 Comments leave one →
  1. March 27, 2008 4:43 am

    Ehmmm…sangat puitis

    Ketika seorang insan sedang dalam pencarian
    Mencari cinta yang pernah hilang
    Cinta yang pernah membuatnya melayang
    Seakan akan menembus awan
    Tapi insan tersebut hanyalah manusia
    Yang pada akhirnya harus menerima takdir
    Takdir yang menemukan cinta baru
    Cinta yang jauh lebih bermakna
    Cinta yang bukan sekedar membawanya melayang
    Tetapi cinta yang semakin mendekatkan insan dengan Nya

  2. esterlianawati permalink*
    March 27, 2008 6:59 am

    Trims, Mas Abie. Interpretasi puisi mas abie puitis jg ya hehe. Btw, titip di sini ya, mas abie koment2 ku ke tmpt mas abie kok gak prnh msk tuh, jgn2 msk ke spam ya😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: