Skip to content

Penyesalan

February 9, 2008

Putriku sudah besar ia

Tak lagi butuh ayahnya

Melawan ia kadangkala

Buatku kecewa

Tak kumengerti dia

Ku tak dimengertinya

Permaisuri itu

Hilang sudah cakarnya

Merunduk dia di sudut ruang

Entah apa dipikirnya

Berbincang kami kadangkala

Dengan kata tak berjiwa

Kekasihku, kau

Entah dimana

Kudengar kau dengannya

Entah kau cinta atau tidak

Masih kurasa pelukmu

Hangati seisi kalbu

Erat dekapi sukmaku

Kau cintaiku dengan air mata

Kau sayangiku dengan derai tawa

Penuh hariku bersamamu

Kau pergi dengan terluka

Kekasihmu tak bernyawa

Tubuhnya terbungkus egonya

Hatinya dipagar takut dan dusta

Kini ia terduduk di teras rumah

Di sebuah kursi roda tua

Menantimu kembali

Nikmati impian semula

Disinari kemilau senja

Mungkinkah ?

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: