Skip to content

Tak Harus Cantik dan Mapan

January 29, 2008

 Tak kutemukan kerlip bintang di matamu

Tak kurasakan harum mawar di tubuhmu

Tak kudapati lekuk pahatan dirimu

Tak kuamati lesung indah pipimu

Tak kunikmati ranum merah bibirmu

Tetap kau terpuja

Di antara putri nan jelita

Tetap kau bertahta

Di hati paduka

Evolutionary psychology adalah cabang psikologi yang mempelajari evolusi perilaku manusia dengan menggunakan proses seleksi alam. Cabang psikologi yang dipelopori Leda Cosmides dan John Tooby ini juga mencoba memahami perbedaan perilaku laki-laki dan perempuan, dengan mengacu kepada proses seleksi alam itu. Misalnya dalam hal pemilihan pasangan, laki-laki memilih perempuan berdasarkan penampilan fisik sedangkan perempuan memilih laki-laki berdasarkan status kemapanan. Menurut Cosmides dan Tooby, hal ini semata-mata dikarenakan manusia berupaya untuk mempertahankan spesiesnya agar tidak terseleksi oleh alam. Untuk itu, manusia akan terus berusaha untuk menghasilkan keturunan.  

Oleh karena itu perempuan yang dipilih laki-laki adalah yang diprediksikan dapat memberinya keturunan. Karena perempuan tidak lagi dapat melahirkan jika sudah mencapai menopause, maka perempuan berusia muda akan cenderung dipilih laki-laki. Sementara itu rambut panjang, kulit putih, bentuk tubuh yang ‘indah’, dianggap lebih representatif untuk menggambarkan perempuan yang subur  dan memiliki kapasitas reproduktif. Meskipun aspek-aspek ini juga dipengaruhi oleh masalah budaya. Kita tentu ingat bahwa dulu kulit kuning langsat menjadi tren di negara ini sebelum akhirnya digantikan oleh kulit putih. Atau bentuk tubuh yang ‘montok’ dulunya lebih dipandang menggambarkan kesuburan, namun saat ini tubuh langsing lebih dianggap ‘feminin’.

Sementara itu, perempuan memilih laki-laki berdasarkan status kemapanan. Hal ini dikarenakan dalam proses evolusi, perempuan melahirkan dan menjaga anak di dalam gua. Kebutuhan makanan perempuan dipenuhi oleh laki-laki yang bertugas berburu dan mengumpulkan makanan. Oleh karena itu Cosmides dan Tooby meyakini bahwa perempuan lebih mencari laki-laki yang mapan.

Tentu saja evolutionary psychology banyak dikritik. Evolutionary psychology sepertinya lebih mencari penjelasan untuk fenomena yang terjadi saat ini. Jika kondisi masyarakat saat ini terbalik, tentu penjelasan mereka di atas tidak lagi masuk akal. Selain itu, evolutionary psychology seolah-olah melanggengkan budaya patriarki saja. Perempuan-perempuan harus tampil muda dan menarik untuk dapat dilirik, sedangkan laki-laki harus berusaha mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk dapat dipilih. Padahal dalam kenyataannya, penjelasan Cosmides dan Tooby juga tidak berlaku general. Relasi manusia tidak sesederhana itu, yang hanya terbangun atas unsur fisik dan harta semata. Lagipula akan sangat gawat sekali jika hanya laki-laki kaya dan perempuan cantik yang mendapatkan pasangan.  

Di atas adalah sebuah puisi untuk seorang teman laki-laki yang sedang jatuh cinta pada perempuan yang ‘biasa’. Seorang teman laki-laki yang sudah sering bertemu perempuan-perempuan cantik,  yang paham benar definisi cantik hasil konstruksi masyarakat kita, tetapi memberikan hatinya untuk seorang perempuan yang biasa saja secara fisik tetapi luar biasa dalam banyak aspek lain menurutnya. Good luck, bro🙂

One Comment leave one →
  1. opx permalink
    January 30, 2008 3:46 am

    wow… loe emang perempuan yang paling mengerti cinta…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: