Skip to content

How to Lose a Guy in 10 Days

January 15, 2008

Judul di atas merupakan judul sebuah film yang dibintangi Kate Hudson dan Matthew McConaughey beberapa tahun lalu. Kate berperan sebagai jurnalis di majalah mode. Ia ditugaskan untuk membuat artikel tentang bagaimana caranya ‘mengusir’ pria yang sedang melakukan pendekatan dalam waktu 10 hari. Untuk dapat menghasilkan tulisan yang okay, ia ingin mempraktikkannya terlebih dahulu.  

Kebetulan dalam sebuah pesta, ia bertemu dengan Matthew yang berusaha mendekatinya. Malam itu mereka berkencan. Dilanjutkan dengan beberapa hari selanjutnya yang menjadi bencana buat Matthew. Kate melakukan hal-hal tidak menyenangkan seperti menangis tiba-tiba, membawa hewan peliharaan yang ‘pipis’ sesuka hati, kadang berperilaku histeris,  dll.

Semua perilaku Kate membuat Matthew sudah tidak tahan lagi menghadapinya. Namun ia sendiri sebenarnya juga sedang taruhan dengan teman-temannya bahwa ia dapat bertahan dengan satu perempuan saja selama 10 hari. Matthew memang seorang playboy yang tidak pernah terlibat dalam hubungan serius dengan perempuan manapun. Walhasil pasangan ini bertahan untuk alasan masing-masing.

Film ini sendiri akhirnya memang happy ending, dengan keduanya benar-benar saling jatuh cinta. Dalam kondisi nyata, saya yakin tidak ada  pria yang bisa tahan dengan kelakuan Kate di film itu. Seandainya saja Matthew tidak bertaruh untuk mendapatkan pacar, saya yakin ia sudah pergi meninggalkan Kate.

Beberapa hari yang lalu, dalam acara Kontak Jodoh di SCTV, saya juga menemukan hal menarik terkait dengan topik ini. Acara inilah yang mengingatkan saya kembali pada film How to Lose A Guy in 10 Days.

Ceritanya ada seorang peserta yang cantik dan disukai tiga (dari 5) peserta pria. Satu-satu pria ini mencoba mendekati, malah ada yang meninggalkan pasangan mereka semula. Namun ternyata sikap si gadis sangat tidak menyenangkan. Ia meremehkan para pria itu dengan mengatakan bahwa para pria itu bukan tipe idamannya. Ia juga terus menyatakan betapa cantik dirinya. Dua dari 3 pria itu akhirnya pergi meninggalkannya. Satu pria bertahan, dan yang bertahan ini memang memiliki karakter yang kurang lebih sama (Pria ini meyakini bahwa dirinya tinggi dan tampan padahal kenyataannya justru sebaliknya. Ia juga menyatakan mantan pacarnya secantik gadis itu, dan ia meyakini bisa mendapatkan gadis itu jika diberi sedikit waktu tambahan :) ).

Terlepas dari sikap si gadis yang memang tidak menyenangkan dan tidak benar menurut saya, namun saya jadi berpikir bahwa sebenarnya perempuan dapat melakukan resistensi-resistensi terhadap pria.

Perempuan selama ini telah dibentuk sebagai makhluk pasif. Perempuan katanya tidak pantas untuk mendekati laki-laki. Saya sempat mendapatkan email yang mengatakan bahwa perempuan sebaiknya menunggu pria datang kepadanya. Perempuan hendaknya  jangan mengejar pria karena akan kehilangan femininitas dan harga dirinya.  Wah pasif sekali peran si perempuan ini dalam memulai sebuah relasi.

Padahal pembentukan pribadi perempuan yang pasif ini bukan hanya menyulitkan perempuan, namun juga bagi laki-laki. Bagaimana jika ada laki-laki dan perempuan yang saling menyukai tetapi si laki-laki terlalu pemalu untuk mendekati si perempuan lebih dahulu? Sementara itu si perempuan juga telah dididik untuk tidak beraksi, tetapi bereaksi? Akhirnya rasa suka yang ada hanya bermain di level hati saja, karena tidak pernah terungkapkan.

Tetapi sulitnya hal ini sudah menjadi norma yang kita sepakati bersama. Jika kita melihat perempuan agresif sedikit saja, jangankan laki-laki, sesama perempuan pun jadi takut melihatnya.  Saya sendiri pernah ditanyai oleh seorang teman, ” Eh elo kan feminis nih katanya, mau gak kalo elo yang nembak cowo duluan?” Setelah saya pikir-pikir kok sepertinya saya tidak akan pernah melakukan hal itu. Tetapi saya tidak merasa kehilangan ke-feminis-an saya dengan tidak menyatakan cinta terlebih dahulu. Karena menurut saya itu feminisme tidak dinilai dari bagaimana seseorang mendobrak tatanan norma yang sudah ada. Perempuan dapat melakukan resistensi-resistensi dalam norma-norma yang membatasinya.

Benar bahwa norma membentuk sedemikian rupa agar perempuan tidak agresif menyatakan cinta terlebih dahulu kepada orang yang disukainya. Namun dalam kekangan itu, saya pikir perempuan toh dapat saja menunjukkan dengan cara-cara yang elegan bahwa ia menyukai seorang pria.

Selain itu, dalam situasi ‘menunggu’, sebenarnya perempuan pun dapat memilih. Laki-laki memang diberikan keleluasaan untuk mendatangi, tetapi pada akhirnya keputusan ada di tangan perempuan.  Perempuanlah yang memutuskan apakah ia akan menyambut si pria, mengusirnya pergi, hanya menjadikannya sebagai teman, atau bahkan menguji cinta si pria terlebih dahulu?

Perempuan dapat saja melakukan hal2 berikut ini untuk mengusir si pria pergi atau menguji cintanya terlebih dahulu.  Jika hal-hal ini dilakukan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya setelah perkenalan pertama, umumnya para pria kebanyakan akan gerah dan memutuskan segera pergi :

  • Menanyakan kapan ia akan menikahi kita, atau memperkenalkannya pada orangtuanya.
  • Melakukan hal-hal memalukan di muka umum seperti tidak mengetahui table manner, makan dengan sumpit terbalik, menumpahkan makanan/minuman, berteriak-teriak tanpa alasan, dll.
  • Membawanya keliling mal, menunjukkan barang-barang mahal yang kita sukai, dan bila perlu minta dibelikan.
  • Katakan betapa cantiknya diri kita dan banyak yang menyukai kita.
  • Menunjukkan bahwa mantan pacar kita jauh lebih baik dibanding dirinya dalam hal karir dan uang.
  • Menunjukkan bahwa kita masih mencintai mantan pacar.
  • Menunjukkan bahwa kita lebih pintar dibanding dia.
  • Tampil ambisius dan dominan.
  • Tidak mendengarkan dia, tetapi selalu minta dia untuk mendengarkan.
  • Mengeluh sesering mungkin tentang banyak hal.
  • Membicarakan topik yang sama berulang-ulang dalam waktu yang lama, sampai dia terbosan-bosan.
  • Tunjukkan betapa sibuknya kita, tidak punya waktu untuk bersenang-senang, apalagi waktu untuknya.
  • Buatlah janji kencan dan batalkan, lakukan ini berulang-ulang.
  • Mengatakan bahwa kita sudah ‘balik’ dengan mantan pacar.
  • Jadilah psikolog, menyatakan diri sebagai feminis, dan tulislah tulisan seperti ini. Dijamin para pria itu bakal curiga kita sedang mempermainkannya, bahkan sekalipun kita tidak bermaksud demikian..

Jadi, perempuan dapat melakukan resistensi dalam keterbatasannya, dalam kepasifan yang dilekatkan kepadanya.

Namun sebelum melakukan hal-hal di atas, kita tentunya perlu mempertimbangkan apakah perlu melakukan hal-hal tersebut, terutama bila maksudnya adalah menguji si pria. Karena ketika masih dalam masa pendekatan, sebenarnya yang teruji bukanlah cinta melainkan seberapa besar keinginan si pria untuk mendekati kita.

Untuk mendapatkan cinta seseorang, baik perempuan maupun laki-laki, sebaiknya tidak melakukan cara-cara manipulatif apapun. Jadilah diri sendiri, karena cinta yang kita inginkan tentunya sebuah cinta yang terus bertumbuh dalam relasi yang penuh ketulusan dan kejujuran. Kepura-puraan hanya menunggu waktu untuk suatu saat akan tersingkap juga pada akhirnya. Mungkin tidak dalam waktu 10 hari, tapi tetap saja akan terbongkar juga :P

So, do you want to lose a guy in 10 days..? Just do the tips above, and be ready to lose him!!

Utk para sahabat cowo, thx for your tips😛

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: