Pernahkah Anda berpikir bagaimana jika tiba-tiba Anda didiagnosis terkena penyakit berbahaya? Jantung, kanker, stroke, atau HIV/AIDS, misalnya? Atau Anda mengalami kecelakaan yang mengakibatkan rusak atau bahkan hilangnya anggota tubuh Anda? Atau bagaimana jika usia Anda diperkirakan tinggal dalam hitungan bulan atau tahun? Apa yang akan Anda lakukan? Atau jika Anda sudah atau sedang mengalaminya, bagaimana Anda menyikapinya?
Pertanyaan itu muncul di benak saya saat pertama kali memberikan penguatan psikologis kepada para pasien di sebuah klinik stroke. Jujur saja, awalnya saya tidak tahu penguatan seperti apa yang hendak saya berikan. Saya membayangkan perasaan mereka yang semula sehat walafiat. Sebagian bahkan sedang mencapai puncak tertinggi dari karir mereka. Dan kini, pada waktu yang tidak mereka duga sebelumnya, mereka tidak dapat menggerakkan anggota tubuh mereka. Malah sebagian di antara mereka tidak dapat lagi mengucapkan satu patah kata pun. Muncullah pertanyaan kedua dalam benak saya, penghiburan apakah yang dapat saya berikan untuk orang-orang ini jika saya sendiri tidak tahu apa yang akan saya lakukan jika mengalami seperti yang mereka alami? Namun akhirnya, dari merekalah saya menemukan jawaban dari kedua pertanyaan saya.



