A Feminist Psychologist’s Blog

January 27, 2009

Dongeng Termanis Tuk Putrimu

Filed under: Les Poésies — by esterlianawati @ 9:28 am

Kan kukatakan pada putrimu

Kau pria terbaik dalam hidupku

Kau kecup lembut jemariku

Meraihku dalam pelukmu

Penuh kasih kau usap punggungku

Saat air mata membasahi pipiku

 

Kan kusampaikan pada putrimu

Kau lelaki terindah yang pernah kukenal

Kau belai rambutku, di bawah pohon rindang

Menatapku tulus, di hamparan rumput nan hijau

Abadikan gerak tubuhku, dalam harum kenangan

 

Kan kudendangkan pada putrimu

Betapa ayahnya penuh kemesraan

Besame mucho kau senandungkan

Petik gitarmu iringi awan memukau

Kau hangatkan sosok rapuh kedinginan

Seraya berdansa dalam denting rinai hujan

 

(more…)

January 15, 2009

bon dodo..

Filed under: Les Poésies — by esterlianawati @ 10:05 am

Aku ingin pejamkan mataku

Saat kau pejamkan matamu

Aku ingin baringkan tubuhku

Di sisi kau baringkan tubuhmu

Aku ingin menatap wajahmu

Sebelum kau lelap dalam pelukku

Aku ingin hadir dalam mimpimu

Seperti kau hiasi mimpiku

 

(more…)

maTi berSamaMu

Filed under: Les Poésies — by esterlianawati @ 9:53 am

Senja ini di makammu

Aku datang padamu, kekasihku

Berjuta sesal  menghantamku

Beribu maaf kutabur dalam pedihku

 

Terngiang ucapmu kala itu

Di tengah sedu sedanmu

Ratapi lukamu

Sembilu kutusuk di jantungmu

Kau cabut dengan pilu

Kutusuk lagi hingga membiru

Susah payah kau singkirkan itu

Aku basuh dengan cintaku,

Cinta yang merobek hatimu

(more…)

January 7, 2009

faire l’amour dans la belle étoile

Filed under: Les Poésies — by esterlianawati @ 10:57 am

When the night came to dawn
You taught me how to see the stars
Glowing brightly in the sky
Gleamed blissfully in your eye

When the night came to dawn
You taught me how to know the stars
Their shoulders and their knees
The brightest, the lightest
Getting closer to the earth
Twinkling splendidly in our heart

(more…)

January 5, 2009

Bermimpilah sebab Mimpi itu Indah

Filed under: La Psychologie du Bien-être — by esterlianawati @ 3:33 am

All men who have achieved great things have been great dreamers.

(Orison Swett Marde)

Saya teringat suatu kali seorang teman dengan gigih mengajak saya untuk mengikuti jejaknya bergerak di bidang asuransi. Ia menceritakan kisah kesuksesannya yang mengharukan. Ia ditolak berpuluh-puluh kali oleh calon kliennya. Namun, setiap kali ia mulai putus asa, ia mengingat kedua orangtuanya yang pernah menjual rumah untuk biaya kuliahnya. Ibunya stres ketika rumah dijual sehingga membutuhkan penanganan profesional.

Sejak itu, teman saya bertekad untuk membelikan rumah buat orangtuanya. Ia juga ingin mengajak mereka keliling dunia. Impian itu yang menggerakkannya untuk berusaha semaksimal mungkin, dan ia berhasil. Hanya dalam tempo kurang lebih setahun, sebuah rumah ia persembahkan untuk orangtuanya sekaligus bisa mengajak mereka berwisata ke luar negeri.

Setelah itu, ia tidak kehilangan impian. Ia mengimpikan kelak ia dipanggil naik ke atas mimbar untuk menerima applause karena berhasil mencapai posisi tertinggi.

Dalam kelelahannya membujuk saya, ia mengajukan pertanyaan terakhir kepada saya, “Apa elo enggak mau kalau satu saat elo dipanggil ke podium dan diumumkan sebagai salah satu leader yang berhasil?”

Saat itu saya tertawa bukan karena menertawakan impiannya. Saya menghargai impiannya, hanya saja saya memang tidak pernah mengangankan apa yang didambakannya. Namun, hari itu saya belajar satu hal penting darinya: betapa penting untuk memiliki sebuah impian.

(more…)

Powered by WordPress.com