A Feminist Psychologist’s Blog

August 19, 2008

Jika Korban KDRT Belum Ingin Memproses Kasus Secara Hukum

Filed under: La Psychologie Légale — by esterlianawati @ 3:47 am

Korban KDRT (yang dimaksud di sini adalah korban kekerasan suami/pasangan) punya banyak pertimbangan untuk tetap bertahan, tidak meninggalkan pelaku, dan apalagi memproses kasusnya secara hukum. Dapatkah kita menyalahkan korban dan menganggapnya bodoh? Saya kira tidak. Karena proses seorang korban mengambil keputusan untuk meninggalkan pelaku dan memproses kasusnya secara hukum memang sangat rumit. Mengapa demikian? Karena ada sejumlah aspek struktural yang berpadu dengan ‘kepandaian’ pelaku dalam membangun mekanisme untuk membuat korban cenderung bertahan.

(more…)

Tips untuk Korban KDRT dalam Menjawab Pertanyaan Aparat Penegak Hukum

Filed under: La Psychologie Légale — by esterlianawati @ 3:10 am

Menjalani proses hukum tentu bukan sebuah pengalaman yang menyenangkan, khususnya bagi korban KDRT. Dengan sistem hukum objektif yang berlaku di negara kita, seorang korban juga akan turut ‘diadili’. Dalam rangka pembuktian, kesaksian korban pun dipertanyakan kebenarannya. Jawaban yang kontradiktif, jawaban yang menggantung, dengan sikap takut-takut, sering membuat aparat penegak hukum meragukan kesaksian korban. Aparat kurang memahami bahwa KDRT merupakan peristiwa yang kompleks. Sangat wajar jika korban sulit mengungkapkan kompleksitas pengalamannya dalam dua kategori jawaban saja : ya dan tidak, seperti yang umumnya diinginkan aparat. Apalagi KDRT sarat dengan isu power antara korban dengan pelaku. Menghadapkan korban dengan pelaku sudah sangat berpotensi menimbulkan kecemasan pada diri korban. Oleh sebab itu, sebenarnya sangat dimaklumi jika korban pun menampilkan sikap takut dan ragu.

(more…)

August 18, 2008

Menyambut Menopause Tanpa Rasa Cemas

Filed under: La Psychologie des Femmes — by esterlianawati @ 4:38 am

Perempuan terlahir dengan keunikan biologis yang membawa konsekuensi jangka panjang sepanjang hidupnya. Keunikan ini akan mengantarkan perempuan pada beragam peristiwa yang tidak mungkin dialami laki-laki. Peristiwa-peristiwa khas perempuan ini terkait dengan sistem reproduksi yang memang hanya dimiliki perempuan. Dimulai dari menarki atau menstruasi pertama yang menandakan mulainya kematangan perempuan secara biologis. Menstruasi akan memungkinkan perempuan untuk mengalami peristiwa selanjutnya, yaitu melahirkan dan menyusui. Sampai tiba waktunya kemudian, perempuan akan mengalami akhir dari kematangan reproduksinya, yaitu menopause.

(more…)

Powered by WordPress.com