A Feminist Psychologist’s Blog

July 31, 2008

Reduksi Seksualitas dan Poligami dalam UU Perkawinan

Filed under: Les Pensées au Féminisme — by esterlianawati @ 1:40 am

Belum lama ini sebuah film berjudul Ayat-ayat Cinta menjadi bahan perbincangan banyak orang karena persoalan poligami yang ditampilkannya. Isu poligami adalah isu yang sensitif yang hingga kini masih saja mengundang pro dan kontra. Film Ayat-ayat Cinta itu sendiri banyak dikritik sebagai film pendukung poligami. Dalam pandangan saya sendiri sebenarnya tidak demikian. Bukan berarti saya mendukung poligami. Yang saya maksudkan hanyalah film itu jika dimaksudkan untuk mendukung poligami sekalipun, sangat tidak konsisten dalam menampilkan dukungannya. Sayangnya, film ini sepertinya memang mengundang peluang untuk diinterpretasikan mendukung poligami. Dan selanjutnya sebagaimana kebiasaan latah yang belum sembuh di negeri ini, bermunculan sinetron-sinetron yang seolah melegitimasi poligami.

Memperdebatkan film Ayat-ayat Cinta dan sinetron-sinetron itu sebagai mendukung poligami atau tidak, membawa saya untuk melihat UU Perkawinan yang berlaku di negeri ini. Secara pribadi, saya tidak mendukung poligami dengan alasan apapun. Oleh sebab itu, saya sangat menyayangkan bahwa hukum yang berlaku di negeri ini justru melegitimasi poligami. Hal ini bisa kita lihat dalam UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 yang masih berlaku hingga saat ini.  Gawatnya, jika kita menikah di Negara ini, maka secara hukum kita terikat pada UU ini yang khususnya dalam pasal 3, 4, dan 5 secara jelas menyatakan dukungannya terhadap poligami. (Masih banyak pasal-pasal aneh bin ajaib dalam UU Perkawinan kita yang sangat tidak berperspektif perempuan. Namun pada bagian ini hanya akan dibahas tiga pasal yang terkait dengan reduksi seksualitas dan poligami).

(more…)

July 15, 2008

When Enough is Enough?

Filed under: La Vie Quotidienne — by esterlianawati @ 5:56 am

When two people love each other
totally and truthfully,
But they just can’t seem to get it together,
when do you get to that point of
enough is enough?

-The Mexican-

Are You Playing Games?

Filed under: La Psychologie des Relations Profondes — by esterlianawati @ 5:20 am

Adakah yang pernah mengalami salah satu hal berikut ini saat bertengkar: Kita ingin mengatakan pada pasangan bahwa kita telah memaafkannya namun yang keluar malah kata-kata menyakitkan. Kita ingin pasangan memahami apa yang membuat kita kesal. Namun kita malah semakin kesal karena pasangan tidak berespons seperti yang kita inginkan. Kita ingin pasangan meminta maaf terlebih dahulu. Namun yang muncul malah rasa sakit hati karena ternyata pasangan bisa bertahan untuk tidak memulai berbaikan. Atau ketika sama-sama sedang marah, yang terucap adalah daftar kekesalan yang bertumpuk sehingga mengejutkan pasangan yang tidak menduga bahwa selama ini pasangannya menyimpan kekecewaan demikian besar.

(more…)

Powered by WordPress.com