Anak merupakan harapan bangsa. Anak adalah generasi penerus bangsa. Dua slogan ini tidak berlebihan mengingat perkembangan tiap individu dimulai pada saat ia menjadi seorang anak. Usia ini sangat kritikal dalam menentukan tahap perkembangan selanjutnya. Usia ini merupakan momen emas tiap individu untuk belajar dan bertumbuh. Pada masa inilah perkembangan otak seseorang berada dalam kondisi optimal. Pada masa ini pula aspek moral dan mental seseorang mulai terbentuk. Intinya apa yang dialami, dipelajari, dan diperoleh pada masa kanak-kanak, sedikit banyak akan menentukan eksistensinya kelak.
May 30, 2008
May 26, 2008
PeRseMbaHan si GaDis BaLi
Ku berdiri di terik matahari
Dengan kain membalut tubuh
Setangkai kembang segar
Terselip di telinga
Putih berkilau di sisi rambut terurai
Gadis Balimu menanti
Bawa persembahan dari hati
Cinta Bunga
Ada yang setia mengikuti sinetron ini?
Di tengah sejumlah deadline yang mengejar belakangan ini, sinetron ini satu-satunya tayangan televisi yang saya tonton karena jamnya pas banget dengan saat-saat saya udah jenuh ama tugas. Sinetron yang sudah mencapai hampir 200 episode ini dapat dengan mudah diketahui ceritanya meskipun baru beberapa hari menonton.
Awalnya sinetron ini cukup menghibur. Lama-lama saya jadi bertanya-tanya apakah saya makhluk masokis karena terhibur oleh sinetron yang banyak banget menampilkan adegan kekerasan ini? Suami menampar istri, istri menampar suami, kakak menampar adik, dan sebaliknya adik menampar kakak. Oya sesama istri yang sama-sama mencintai suami mereka yang plin plan juga saling menampar. Belum lagi sang ibu mertua yang gila harta, juga habis-habisan melakukan kekerasan pada menantunya, sang tokoh utama dalam sinetron ini. Dibantu dengan menantunya yang lain, mitranya dalam merebut harta warisan, berbagai kekerasan dilakukan terhadap si tokoh utama. Tidak hanya fisik, tapi juga psikis. Berbagai makian dengan kata-kata kasar sering diucapkan dalam sinetron yang jam tayangnya (jam 7 malam) masih memungkinkan anak-anak untuk menontonnya.
Bunga, si tokoh utama, adalah perempuan cantik, tidak berpendidikan, mudah panik bila mengalami masalah, dan sangat depresif. Setiap hari ia menangis dan tidak melakukan tindakan positif untuk mengatasi masalah yang dihadapinya. Semakin menyedihkan kondisinya, semakin ia disayang oleh keluarganya dan psikiater yang menanganinya. Jika seperti ini tampilan perempuan idaman dalam sinetron kita, mau jadi apa perempuan Indonesia..;)
May 19, 2008
Kau, Jiwaku
Jiwaku telah memilihmu, kekasihku
Di tengah alam raya
Ketika ombak bergulung
Dalam hening malam itu
Saat bintang berkerlip
Rembulan menatap mesra di atas sana
Jiwaku telah memanggilmu, kekasihku
Di tengah luas samudra
Ketika banyu mengalir lembut
Bayu mendesirkan segenap rasa
Melekatkan sukma kita
Dalam darah dan airmata
Jiwaku telah mendekapmu, kekasihku
Di sini, di atas jembatan bertabur bunga
Di tengah keagungan semesta
Saat Dia persatukan kita
Tuk selalu mencinta
Sampai ajal tiba
Kau jiwaku
Tiada yang mampu mengambilmu dariku
Tiada yang mampu mengambilku darimu
26.12.20
Only this I can write, in these hectic days..



