Skip to content

Psychological & subjective well-being, apa bedanya?

March 18, 2012

Saya menerima cukup banyak email yang menanyakan perbedaan antara kesejahteraan psikologis (psychological well-being) dengan kesejahteraan subjektif (subjective well-being). Semoga tulisan ini dapat membantu untuk memperjelas perbedaan keduanya.

Kesejahteraan psikologis dan subjektif berbeda, setidaknya sejauh yang saya ketahui, dalam dua hal.

Pertama adalah filosofi yang melandasinya. Kesejahteraan psikologis bersifat eudamonik: seseorang dikatakan sejahtera bila mengisi hidupnya dengan hal-hal yang bermakna, yang bertujuan, yang berguna bagi kesejahteraan orang lain dan pertumbuhan dirinya sendiri. Sedangkan kesejahteraan subjektif bersifat hedonik, mengandung prinsip kesenangan: sejauh mana seseorang merasa hidupnya menyenangkan, bebas stres, bebas dari rasa cemas, tidak depresi, dll yang intinya mengalami perasaan-perasaan menyenangkan dan bebas dari perasaan-perasaan tidak menyenangkan.

Jadi dapat saja orang yang sama merasa dirinya tidak bahagia dan cenderung diliputi stres (skor rendah dalam kesejahteraan subjekt), tetapi skornya tinggi dalam dimensi-dimensi psychological well-being. Sebaliknya dapat pula seseorang merasa hidupnya menyenangkan dan ia tidak tertekan (skor tinggi dalam kesejahteraan subjektif) meskipun ia tidak tahu hidupnya hendak dibawa kemana, ia tidak memiliki kegiatan bermakna, tidak cukup luwes untuk bergaul dengan orang banyak, dll yang tercakup dalam dimensi-dimensi kesejahteraan psikologis (= skornya rendah dalam kesejahteraan psikologis).

Read more…

Date of Death : Dua puluh lima februari

February 23, 2012

Kekasihmu, ia berhias di cermin senja itu

Mematut dirinya bergaun hijau merah ungu

Kau di sana

Ia cantik; dengan anting-anting itu

Ia menatapmu, kau tersipu

Ia kecup pipimu

Ia duduk, anggun, manis, menggoda

Raih jemarimu, kau meremas jemarinya, indah , ia tergugah

Bawa jemarimu menyentuh lembut kulitnya

 

Read more…

Mengungkap Preferensi Pasien, Merangkul Model-model Relasi Dokter-Pasien

February 22, 2012

Salah satu topik yang penting dipelajari dalam psikologi medis adalah relasi antara dokter dengan pasien yang diyakini berperan besar dalam proses kesembuhan pasien. Model relasi antara kedua pihak ini terus berevolusi dengan model terbaru adalah model pengambilan keputusan bersama (shared-decision model). Perkembangan model relasi dokter pasien mulai dari model paternalistik hingga sampai kepada model pengambilan keputusan bersama akan dibahas dalam tulisan ini. Demikian pula dengan fakta bahwa model pengambilan keputusan bersama tidak selalu tepat bagi semua orang. Adanya variasi individual dan budaya dalam preferensi model relasi dokter-pasien mengantarkan penulis untuk memilih model pengungkapan preferensi pasien (modèle du processus de révélation des préférences des patients) yang dikembangkan di Perancis sebagai model relasi dokter-pasien yang lebih tepat untuk mengakomodasi kebutuhan pasien. Dalam pandangan penulis, model yang dikembangkan dari model pengambilan keputusan bersama ini merangkul tiga model lainnya sekaligus menjanjikan sebuah otonomi yang membebaskan baik bagi pasien maupun dokter.

Read more…

Robert Zajonc dan Israel Waynbaum, Kerendahan hati untuk yang Terlupakan

January 6, 2012

A Feel-Good Theory: A Smile Affects Mood, demikian judul tulisan Daniel Goleman di kolom Science dalam harian New York Times, 18 Juli 1989. “PUTTING on a sad face or a smile directly produces the feelings that the expressions represent, according to a new theory of how emotions are produced, “menjadi kalimat pertama dalam tulisannya ini. Teori baru yang ia maksud di sini adalah hasil penelitian yang dilakukan Robert Zajonc dkk serta Paul Ekman, dkk secara terpisah, yang pada saat itu baru saja mempublikasikan penelitian mereka dalam jurnal ilmiah.

Hasil penelitian Zajonc dan Ekman ini merupakan salah satu temuan penting dalam perkembangan psikologi khususnya mengenai teori facial feedback hypotheses. Penelitian ini juga dianggap memiliki implikasi terapeutik dengan maraknya terapi senyum sejak Zajonc mempublikasikan temuannya. Namun demikian, sebenarnya hasil temuan ini tidak dapat dikatakan sebagai teori baru. Goleman sendiri menuliskan dalam artikelnya bahwa ide original penelitian ini sudah datang lebih dari seabad lalu dari Charles Darwin.

Read more…

Menyambut Tahun Baru dengan Tersenyum

December 31, 2011

Biasanya menjelang tahun baru, hampir selalu ada momen untuk kita mengenang satu tahun yang hampir berlalu. Selalu ada sekian detik atau menit untuk kita menangis teringat pada pengalaman menyakitkan, luka-luka, kekecewaan, ataupun kegagalan. Ada pula saat kita tergelak memutar kembali dalam benak kita peristiwa-persitiwa menyenangkan, kebersamaan yang indah, ataupun kesuksesan yang diraih. Berbahagialah jika dalam nostalgia itu, kita dapat merasakan keduanya, kegembiraan maupun kesedihan. Itu berarti kita benar-benar menjalani yang namanya kehidupan, dan satu tahun yang telah berlalu itu sungguh akan berperan dalam proses pendewasaan diri.

Namun demikian, jangan khawatir jika mungkin hidup Anda setahun lalu hanya penuh dengan kenangan pahit dan getir. Mungkin Anda benar, tidak ada momen yang dapat membuat Anda tertawa, bahkan sepanjang tahun yang hampir berakhir ini adalah tahun tersulit dalam hidup Anda. Menangislah sepuasnya menutup akhir tahun, jika sedemikian pedih perasaan Anda. Menangislah hingga tertumpah seluruh air mata. Menangislah hingga tak lagi terdengar isak-isak kecil Anda. Menangislah hingga Anda begitu letih rasanya namun sekaligus lega. Teruslah menangis bahkan meratap hingga Anda tak lagi mampu melakukannya. Karena begitu Anda sampai pada tahap selesai dengan tangisan Anda, Anda akan siap melakukan hal lain : tersenyum untuk mengawali tahun yang baru.

Read more…

Kita Layak Dicintai — dengan benar

December 11, 2011

Angela, menangis di hadapan saya menceritakan Donny kekasihnya yang berselingkuh berkali-kali, lagi, lagi, dan lagi, selama kurang lebih tiga tahun hubungan mereka. Donny gemar dan pandai berbohong, meski belakangan selalu ketahuan juga, demikian tambahnya. Ia juga mengeluhkan Donny yang workaholic dan hampir tidak ada waktu untuknya (tetapi punya waktu untuk menemui perempuan lain).

Angela juga menceritakan bahwa semua sudah ia coba lakukan. Ia ajak Donny bicara, mencoba untuk mendiskusikan masalah-masalah di antara mereka, tetapi Donny hanya diam dan akhirnya yang terjadi hanyalah monolog. Hanya beberapa patah kata yang Donny ucapkan, bahwa ia meminta maaf, ia mencintai Angela, dan ia berjanji untuk memperbaiki diri.  Tiga tahun berlalu sudah, Donny tetap melakukan kesalahan yang sama.

Apa yang salah dengan saya? Demikian Angela bertanya. Saya membatin dalam hati : kesalahanmu hanya satu, bahwa kamu masih tetap bersama dia.

Read more…

Kematian Cinta

December 6, 2011

Cinta pudarlah sudah

Terbang bersama angin

Titik-titik hujan menusuk kulit

Disapu kelam awan langit normandie

Luruh bersama dedaunan kering sepanjang jalan sunyi

Kau yang bergeming

Diam dalam gelisah

Runtuhkan puing puing asa

Hapus semua rasa

Beku tetes embun pertama

Senja usiamu di sisinya

Aku tak lagi ada, tak akan pernah ada

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.